Puisi

Puisi Untuk Ayah Yang Telah Menghadap Sang Ilahi

titikalinea.com
Bagikan ke :

Oleh : Christin Alhans

DALAM MEMORI

Hari demi hari telah berlalu
Mengiring nakhoda yang sudah berlayar menembus ruang dan waktu
Kepergiannya meninggalkan luka bercampur rindu.
 
Perih rasanya, saat mengingat malam itu
Dering telepon,
Tangisan,
Teriakan,
Hingga suara sirine berhasil membuatku terpaku.
 
Kala itu,
Aku berharap semuanya hanya mimpi dalam tidurku
Namun harapan itu sirna
ketika aku melihat tubuhnya terbaring kaku dan membisu.
Remuk dan hancur raga-nya
Seperti itu juga jiwaku
Ketika aku melihatnya dengan kondisi penuh pilu
 
Entah apa yang terjadi,
sebelum dia berlayar meninggalkan bumi.
Hingga detik ini,
semua itu masih tersimpan rapi dalam kotak misteri
Banyak pecundang yang berusaha menyembunyikan kotak itu
dengan kekuasaan yang mereka miliki
Aku hanya bisa tersenyum,
melihat peran yg mereka lakoni
Sebab mereka tak mengetahui,
Bahwa Sang Ilahi,
akan membela dengan adil setiap insan yang tersakiti
 
Untuk Ayah,
Dalam hening sepi aku merindukanmu

Baca juga Puisi : misteri merdeka


Bagikan ke :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *