Puisi

PUISI : DAISY BULAN APRIL

titikalinea.com
Bagikan ke :

Daisy Bulan April
Oleh : Ekravilo A.

Kau adalah realita tersembunyi yang menjadikanku nisan.
Seperti puncak kesempurnaan rasa,
Diam namun membara.
 
Mungkin saja, kau  lahir dari rahim perempuan yang tak terdefinisikan
Membuatku  ingin bersua,
dengan rahim yang menjadikanmu ada.
 
Dalam diam aku egois,
Hingga bertikai dengan rasa.
Aku cemburu pada rahim itu.
 
Bagaimana tidak?
Kau seperti jelmaan rindu yang menjawab makna “sempurnanya sepi”.
Menjajaki setiap detail dimensi diri,
Lalu perlahan membuatku lupa untuk memantaskan diri.
 
Purnama keempat yang tengah hadir,
anggun berbalut kesombongan
Menyembunyikan kita yang beradu dalam tarian salsa dan sentuhan liar.
Mencoba menikmati dosa dari dewi surya,
yang tampak telah memberi izin.
 
Kau memiliki keindahan tanpa cacat
Tentu aku akan menggenggamnya,
Agar semut-semut bermahkota tak merebut.
 
Sumpah pun akan kuingkari
Menjadi neraka, jika kau datang sebagai surga.
Agar jejak yang menjadi sejarah kita,
Tak terasa berbeda.
 
Seperti satu mata rantai bunga Daisy
Yang menerima April sebagai tuannya,
Telah menanti ikatan pasti kita.
 
Kau layaknya Chairil Anwar.
Selalu membuntutiku dengan puisi,
Menguasai kata hatiku,
Tanpa memberi lega.
 
Tanyaku,
Akankah kau dimuntahkan dari  Surya
Lalu melampaui barisan semut-semut bermahkota
Hingga menjadi kaumku ?
 
Dan aku pun berada dalam barisan itu,
Bersama rahimku.
Bermimpi  memuntahkan wujud lain,
Bersama darahmu.

Baca juga : senja tua yang egois


Bagikan ke :

3 thoughts on “PUISI : DAISY BULAN APRIL”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *