Cerpen

CERPEN : CIA SANG SOCRATES MUDA– PART 3

titikalinea.com
Bagikan ke :

Baca : cia sang socrates muda-part 2

Saat siswa dan siswi baru berbaris, satu per satu nama mereka dipanggil oleh Bu Nanda. Bu Nanda adalah salah satu guru di sekolah SDN Kesadaran. Dia perempuan cantik yang memiliki tinggi badan semampai dan paras yang keibuan. Pada saat berbaris, Cia nampak berbaris jauh dari teman-teman yang lainnya. Bu Nanda yang melihatnya langsung memanggil dengan lembut.

“Hey kamu gadis cilik, siapa namamu? Dan kenapa kamu memisahkan diri dari barisan?” Tanyanya. Cia kebingungan lalu menjawab,

“Saya Cia bu, saya tidak kenal dengan orang-orang di sini, kakak saya pergi meninggalkan saya. Dan kenapa saya harus ikut beramai-ramai disana, kan sesak bu?” jawabnya. Kemudian pernyataan tersebut langsung disambut oleh Ibu Nanda.

“itu peraturan sekolah nak, kita harus mengikutinya!”

Cia kembali menyahut, “memangnya bu, kalau kita tidak mengikuti kenapa?”

“Kalau kita tidak mengikuti aturan maka nanti akan dihukum” jawab Ibu Nanda dengan tersenyum lucu melihat kepolosan Cia.

Cia tiba-tiba terkejut dan mengingat pembicaraannya dengan Justi kakaknya “Wah saya akan dihukum kak?, iya dimarahin kalau tidak mengikuti peraturan sekolah” bunyi percakapan itu yang tiba-tiba terbayang. Karena merasa perkataan kakaknya benar, dia bergegas memasuki barisan paling belakang.

Pada saat pembagian kelas dimulai, tiba tiba Cia mengeluarkan pertanyaan dari belakang tanpa ragu.

“Bu Guru Cia mau tanya, apakah kita akan dihukum kalau kita tidak mengikuti peraturan? Dan apa gunanya seseorang dihukum bu?” Tanya Cia dengan penuh penasaran.

Bu Nanda dan beberapa guru yang mendengar pertanyaan itu, sangat terkejut “anak siapa itu, polos sekali, lucu sekali hehe” kata Ibu Guru Rita berbisik ke Ibu Nanda

“Biarkan, anak yang berani bertanya seperti ini yang aku suka” Jawab Ibu Nanda “Cia, nanti setelah baris Ibu akan jelaskan ya, nanti Ibu hampiri kamu” lanjutnya.

Kemudian pembagian kelas pun dilanjutkkan. Beberapa diantara siswa baru sudah menuju kelasnya yang baru saja ditentukan oleh Ibu Guru yang bertugas membagi itu.

bersambung…

Penulis :
Sultan Hermanto Sihombing. Hobi membaca dan menulis.


Bagikan ke :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *