Opini

Tagar “INDONESIA TERSERAH” SUNTIKAN BUAT PEMERINTAH DAN MASYARAKAT

titikalinea.com
Bagikan ke :

Oleh : Dandy Pailing (Kabid Or GMKI Cabang Denpasar)

Melihat dan menyikapi beberapa hari kebelakang, ramai tentang tagar “Indonesia Terserah”. Namun makna dari tagar tersebut apakah untuk memberikan sinyal bahwa para perawat dan tim medis sudah menyerah? ataukah mereka sudah muak dengan masyarakat Indonesia karena PSBB tak berjalan dengan baik? atau mereka merasa kecewa karena masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak mengindahkan dan melakukan protokol atau prosedur kesehatan yang telah disiapkan?

Kata “terserah” mempunyai makna lain “bodo amat, gak urus,ya sudahlah” atau kata-kata yang sejenis dengan itu. Tagar “Indonesia Terserah” bisa menjadi suatu suntikan yang sebenarnya bisa membuat dampak di semua lini, entah itu pemerintah atau masyarakatnya.

Tagar ini sudah sangat jelas menggambarkan tentang kekecewaan dan keluh kesah para tenaga medis yang sudah mati-matian mengingatkan dan memberikan sosialisasi serta edukasi tentang social distancing dan physical distancing. Namun tak diindahkan oleh masyarakat. Masih banyak perkumpulan-perkumpulan hingga desak-desakan di suatu tempat, padahal sudah dilarang. PSBB yang tidak berjalan dengan baik tentu menjadi faktor yang utama tercetusnya tagar itu.

Baca juga : indonesia pemuda mulai berpikir

Tim medis merupakan salah satu garda terdepan dalam menghadapi pandemik. Mengapa saya bilang salah satu? karena sebenarnya garda yang utama dalam menghadapi situasi saat ini adalah masyarakatnya, dan tim medis berada di barisan terakhir.

Sebuah ilustrasi tentang film perang, yang selalu terdepan adalah prajuritnya, di posisi tengah adalah para jendral dan yang paling belakang ialah para tim medis. Ketika peperangan dimulai, prajurit akan selalu mendengarkan perintah para jendral untuk memenangi peperangan.

Baca juga : untuk perempuan-perempuan garis depan pejuang covid

Mari kita gambarkan ilustrasi di atas dengan kehidupan kita sehari-hari. Pemerintah telah memberikan kita himbauan, peringatan, serta protokol dan prosedur kesehatan dalam masa pandemik ini, namun apakah kita melakukannya? ataukah kita hanya mendengar dan tidak mengikuti instruksi dari mereka?

Marilah kita menjadi masyarakat yang cerdas dan selalu mengikuti protokol atau prosedur kesehatan yang ada. Para tim medis mulai lelah dengan tingkah kita, mari kita ringankan beban mereka dengan mengindahkan Social Distancing dan Physical Distancing. Slogan yang tepat untuk saat ini ialah “Tindakan kecil namun dampak yang besar”


Bagikan ke :

Tinggalkan Balasan, Mari Saling Membangun