Puisi

Puisi-Puisi Para Pemenang Lomba Menulis Titikalinea “Arti Merdeka”

Bagikan ke :

3. Bebaskan Suaraku (Clara Yolandita Manullang)

Katamu merdeka
Dengan merah putih berombak angin
Kau kibarkan seperti tahun kemarin
Kian lusuh pada tali dan tiang kayu
Tak apa….
Aku hanya perlu makna
Ah..itu kan katamu

Katanya merdeka
Senyumnya dibalut haru
Kala proklamasi masih diputar dengan jeda
Dan Pancasila diucap terjeda-jeda
Tak apa
Aku tahu dasar negaraku
Ah..itu kan katanya

Kata dia merdeka
Dengan semangat yang berkobar
Mengenang kisah lampau yang berdarah
Hatinya haru biru
Dengan tetesan yang sejuk

Lalu aku?
Mungkin nanti kawan
Untukmu untuknya untuk dia
Kelak kuceritakan
Kala aku bisa berdiri pada pengeras suara
Dengan suara yang runcing
Menusuk perut-perut berisi rupiah
Tanpa dihantui materai dan jeruji besi
Membebaskan suaraku yang malang
Hari itu
Aku telah merdeka

2. Bagiku Merdeka Adalah (Muslim Aditia)

Bagiku merdeka,
bukan hanya perkara lucut dari belenggu penjajahan di daratan marcapada,
bukan tentang anyir darah yang menjadi aroma panji revolusi,
bukan tentang anak-anak yang menyusu pada darah amunisi.

Merdeka,
adalah ketika tak ada lagi tangis dalam gubuk berabarkan spanduk penguasa,
tak ada lagi terdengar perut jelata yang melontar fonetik elegi,
tak ada lagi anak-anak penerus pancasila menyusu pada melankoli.

Merdeka,
adalah ketika tak ada lagi hukum negara ditimbang dengan kasta,
tak ada lagi jamak pundak-pundak pemikul nihil gaji,
tak ada lagi impor kristal asin di negeri bakir komposisi.

Merdeka,
adalah ketika tak ada lagi manusia intelektual yang menyemai kritik menuai petaka,
tak ada lagi kaum berudu versus kelelawar dari darah ibu pertiwi,
tak ada lagi lerah janji-janji penguasa tanpa indah realisasi.

1 . Bebas Berkata (Reynaldo Agung Saputra)

Kata-kataku sudah merdeka
Bebas dari jeruji sukma
Semua sudah bebas berkata
Bercerita dari banyak warna

Rapih berbaris di atas kertas
Bernyanyi dengan nada tidak terbatas
Menyapu debu-debu waswas
Tentang telinga yang tidak ikhlas

Kini segala lukisan pena,
Barisan rapih kata-kata
Banyak didengar pasang mata
Tentang cerita yang fana


Bagikan ke :

1 thought on “Puisi-Puisi Para Pemenang Lomba Menulis Titikalinea “Arti Merdeka””

Tinggalkan Balasan, Mari Saling Membangun