Opini

MERDEKA DENGAN PANCASILA (Juara 3 Lomba Menulis Titikalinea – Opini

Nabila
Bagikan ke :

Oleh : Nabila Qumairoh Hasibuan

Satu kata penuh makna, “Merdeka!!!”. Semua orang menyebutnya dengan suara lantang dan penuh semangat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, merdeka memiliki arti bebas dari perhambaan, penjajahan, mampu berdiri sendiri atau lepas dari tuntutan, dan sebagainya. Jika Kita melirik sejarah perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah, maka Kita akan melihat kembali keperihan yang pernah dirasakan oleh para leluhur. Betapa sakitnya ditindas, mulut dibungkam, dan dipaksa bekerja demi kepentingan penjajah. Darah bercucuran demi kebebasan Indonesia. Perjuangan demi perjuangan dilakukan. Bermodalkan senjata sederhana dan doa dari semua rakyat Indonesia agar Indonesia segera bebas dari kesengsaraan. Hingga pada tanggal 17 Agustus Tahun 1945 Ir. Soekarno membacakan teks proklamasi yang menandakan Indonesia bebas, tidak lagi ditindas, dan bisa berkarya tanpa harus memuaskan penjajah. Namun perjuangan belum usai. Dibalik kemerdekaan yang diraih Indonesia, terdapat sebuah tanggung jawab yang sangat besar. Bagaimana caranya agar Indonesia tetap merdeka?.

Jika dikaji lebih dalam, sebenarnya makna merdeka ini cukup luas dan tampaknya penuh menyimpan argumen. Merdeka bukan hanya persoalan bebas sehingga semua orang bisa bertindak sesuka hatinya, tidak hanya kata yang menguatkan semua orang untuk berbuat tanpa aturan. Ibaratkan dua desa yang dibatasi oleh aliran sungai, ada jembatan yang menjadi penghubungnya sehingga orang – orang bisa mengunjungi desa ke desa. Seperti itu pula Kita bisa memaknai merdeka. Merdeka adalah hak semua orang sehingga harus ada aturan yang menjembatani kata “merdeka” dan semua orang bisa mendapatkan hak nya secara adil dan merata. Merdeka berasas aturan bisa diterapkan dengan mengamalkan penuh nilai – nilai yang tergantung di dalam Pancasila sebagai falsafah negara yaitu:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa. Hal ini dapat dilihat dari kemajemukan agama yang ada di Indonesia. Seperti agama islam, kristen protestan, kristen khatolik, hindu, budha dan konghucu. Semua rakyat Indonesia bebas menganut agama dan keyakinan masing – masing tanpa adanya unsur paksaan dan tetap menjaga
    kerukunan dalam umat beragama.
  2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab. Hal ini berarti bahwa setiap rakyat Indonesia harus mencintai sesama manusia, membela kebenaran dan keadilan, saling menghormati, serta mengakui adanya persamaan hak dan kewajiban sesama manusia. Jadi tidak ada yang saling mendahului ataupun melanggar kewajibannya. Bangsa Indonesia memiliki keragaman suku dan budaya sehingga setiap budaya memilki adab dalam berperilaku. Adab tersebut terkandung didalam norma.
  1. Persatuan Indonesia. Indonesia adalah negara yang multikultural. Maka dari itu semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang berarti “ Walaupun berbeda – beda tetapi tetap satu” harus diindahkan. Menjaga persatuan bangsa Indonesia dapat dilakukan dengan cara memupuk rasa cinta kepada tanah air, dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
  2. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan. Sebagai bangsa Indonesia, Kita harus bisa melakukan suatu hal dengan memperhatikan kepentingan negara dan masyarakat. Dalam pengambilan sebuah
    keputusan pun, harus dilakukan musyawarah agar tercapainya keputusan yang adil dan bisa dijadikan acuan untuk melaksanakan kepentingan bersama.
  3. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Sebagai warga negara Indonesia, Kita harus bisa bekerja sama dalam mewujudkan kemajuan di negara Kita dan berkeadilan sosial. Kita tidak boleh rakus dalam menuntut hak. Karena setiap orang juga memiliki hak nya dan Kita juga harus melaksanakan apa yang seharusnya menjadi kewajiban Kita sebagai bangsa Indonesia. Seperti menjaga keutuhan NKRI dengan cara belajar, berprestasi, mengharumkan nama bangsa, membayar pajak, dan lainnya.

Merdeka melalui Pancasila adalah kemerdekaan yang amat berarti. Mempertahankan kemerdekaan dengan mengamalkan Pancasila adalah salah satu langkah yang dapat ditempuh. Merdeka bukan untuk berfoya – foya. Manfaatkan kemerdekaan sebagai wadah untuk mengisi kemerdekaan dengan prestasi, kemajuan negara, dan kemakmuran bangsa. Semangat untuk seluruh bangsa Indonesia. Kita adalah Indonesia, Kita MERDEKA!!!.

Baca juga : Kemerdekaan Yang Membebaskan (Juara 2 Lomba Menulis Titikalinea)


Bagikan ke :

Tinggalkan Balasan, Mari Saling Membangun