Cerpen

CERITA PENDEK : CIA SANG SOCRATES MUDA– PART 4

titikalinea.com
Bagikan ke :

Sekitar pukul 10.00 WIB kelas dimulai. Cia kebagian kelas yang kebetulan dibimbing oleh Bu Nanda. Bu Nanda adalah salah satu guru favorit di sekolah, berkat kepribadiannya yang berwibawa dan berakhlak mulia. Itulah sebabnya diberi kepercayaan mengambil alih salah satu kelas awal untuk dibimbing. Bu Nanda memasuki kelas, dan menyapa anak-anak dengan lembut layaknya seorang Ibu untuk anak-anaknya. Dia menyapa lalu memperkenalkan diri.

“Hai anak-anak, selamat pagi dan selamat bergabung dikelasnya Ibu Nanda”

“Selamat pagi, Bu” Kata anak-anak itu dengan kompak

“Oiya anak-anak, jangan pandang Ibu begitu ya, biasa aja!. Aku bukan setan!” kata Bu Nanda setelah melihat sebagian siswa memandangnya dengan sedikit ketakutan. Mereka ketakutan karena belum terbiasa dengan suasana sekolah.

“Baik, Bu”

“Baik, kalau sudah tidak takut, Ibu akan menjelaskan peraturan di kelas kita, ya!”

Bu Nanda mulai menjelaskan peraturan-peraturan sekolah. Ada kalanya menuliskan point yang telah dijelaskan itu, pada papan tulis. Guru yang memiliki akhlak mulia itu menjelaskan beberapa hal, mulai dari seputar kehadiran, seragam, tata tertip, hingga bagaimana bersikap.

“Ada yang mau bertanya?” Lontar Bu Nanda seusai menjelaskan peraturan.

“Bu, Cia mau tanya.” Katanya dengan begitu semangat.

Melihat semangat Cia menggebu-gebu ingin bertanya, dia langsung menghentikannya.

“ Stop, saya sudah tahu. Tadi kita belum selesai. Kamu pasti mau bertanya kenapa ada  aturan, kenapa kita harus dihukum, dana apa gunanya hukuman kan?

“Benar, Bu” Jawab Cia sambil tersenyum kecil seperti orang yang lagi malu-malu.

“Anak anak, dengarkan! baru kali ini saya mendapat pertanyaan seperti ini dan Ibu akan menjawab, jadi semuanya tolong didengarkan ya!”

“Jadi Cia, peraturan itu dIbuat agar semuanya bisa tertib, bisa belajar dengan nyaman, bisa teratur, dan bisa diarahkan. Kemudian kenapa harus dihukum? Orang yang dihukum itu adalah orang-orang yang suka melawan peraturan Cia, contoh ke sekolah harus menggunakan seragam, yang tidak menggunakan seragam harus dihukum, dan tujuan hukuman itu untuk membuat yang melanggar tadi disiplin, kira-kira seperti itu Cia” lanjut bu Nanda.

Mendengar penjelasan Bu Nanda, Cia merasa jawaban itu tidak cukup baginya. Hingga akhirnya kembali mengajukan pertanyaan. Sampai semua anak di ruangan itu mendengarkan pembicaraan mereka yang selayaknya orang dewasa. Percakapan mereka sebagai bertikut :

“Apa saja jenis-jenis hukuman kalau di sekolah bu?” Tanya Cia.

“Ada banyak cia; bisa dicubit, dihukum baris dan pemanggilan orang tua, atau bisa diberhentikan dari sekolah”

”Kan dicubit sakit bu, nanti kalau dihukum, kita malah takut datang ke sekolah Bu”

“Kalau kamu menurut sama aturan, kamu tidak akan dihukum Cia” Sambut Bu Nanda.

“Kata papa, di sekolah itu kita mau belajar lebih baik Bu, kalau salah atau tidak diatur memangnya harus dihukum Bu? Bukan diajarin?”

Bu Nanda terdiam karena kehabisan kata kata. Tanpa terasa waktu menunjukkan pukul 12.00 WIB dan waktunya pulang. Bel berbunyi dan semua anak bersorak. Bu nanda mendekati Cia dan berbisik,

“Besok kita lanjut lagi ya belajarnya”

Bersambung.

Baca juga : Cerita Sebelumnya


Bagikan ke :

Tinggalkan Balasan, Mari Saling Membangun