Puisi

Sebuah Kado | Puisi | Titikalinea

titikalinea.com
Bagikan ke :

Oleh : Rambo Rahayaan

Kado-kado tak selamanya tentang tanda bahagia
Apakah kalian mau seperti sinterklas
dengan kado-kado kecil sesaat kemudian tersesat entah kemana?
Ataukah seperti badut berdasi yang sekedar memberi hiburan-hiburan tak lucu!
Yang berlari sana-sini, 
Kemudian basa-basi tanamkan prasasti untuk tanda jadi
Agar nama kalian melambung tinggi
Namun banyak mata yang tersakiti.
Jangan memberi nasi kalau tak sampai esok pagi
Karena hiburan yang penuh arogansi
Berujung aksi bercampur opini
Tak kunjung realisasi, hanya halusinasi
Apa sih?
Kami  melihatnya lucu, sebab kalian terlalu traumatis
Justru kami takut, penuh ambisi, 
Aahh!
Kalian tidak manusiawi..

Seperti api membakar kayu menjadi abu
Angin datang pun tidak mati
Malahan semakin membakar tanpa henti
Ketakutan-ketakutan kami.
 
Jangan kalian seperti sesosok JOKER
Dalam kisah-kisah fiktif 
Tertawa ketika ada derita dan tangis
Menangis sekedar memanipulasi rasa

Ataukah kalian seperti sesosok Demontor memberi kecupan
Membuat semuanya bermimpi
Namun mengambil kehidupan yang tak ingin disakiti
Maka aku harus berkata Expecto Patronum dengan bahagia kita akan LAWAN…

Jangan sama seperti bau wangi parfum para pejabat bertahan harum
Sama seperti harumnya kata-kata di depan media massa
Dan berakhir di ujung bau keringat bercampur wangi parfum
Atau sama seperti pewangi yang sekali dibilas
Wangi mereka akan bertahan hanya saat di bilas

Padahal!
Kalian sudah berkeliling kedai-kedai kopi
Makan minum di sudut-sudut jalan
Tetapi tak mau menghirup bau keringat bercampur air mata
yang bahkan menjadi darah dari orang-orang yang kalian tindas sendiri.

Indahnya dunia selalu tak seindah romansa masa lalu…..

Mari bergoyang!
Bergoyanglah… namun kau tak bisa meniru getaran tanah saat bergoyang
menari tak seelok gulungan air laut saat menyapu pesisir pantai

Selamat ulang tahun gempa kota Ambon
Tak ada kado atau lilin-lilin kecil untukmu
Namun mekarlah seperti bunga.

Sudah terlalu banyak berproses
namun selalu saja ada peretas yang seperti kucing
Lucu-lucu, usil, jahil, namun sangat amatir
Jangan seperti pencuri di ladang sendiri! 

Baca juga : Tulisan Rambo Rahayaan Lainnya


Bagikan ke :

Tinggalkan Balasan, Mari Saling Membangun