Opini

Natal Adalah Momen Yang Berharga Untuk Disia-siakan Begitu Saja

makna natal yang sesungguhnya

Bulan Desember adalah satu bulan yang paling ditunggu-tunggu oleh begitu banyak orang di seluruh dunia. Banyak alasan yang menyebabkan bulan Desember menjadi bulan yang paling ditunggu-tunggu. Untuk orang-orang non-Kristen mereka memberikan alasan bahwa libur yang diberikan pada penutup tahun itu cukup panjang. Mereka juga mendapatkan libur yang sama panjang ketika orang Kristen merayakan Natal. Satu alasan lagi yang menyebabkan orang-orang non-Kristen begitu menanti-nantikan datangnya bulan Desember yaitu bahwa begitu banyak mall di seluruh dunia ikut merayakan periode Natal dan tahun baru, sehingga tidak sedikit dari toko-toko yang ada di dalam mall-mall tersebut memberikan diskon yang begitu banyak bagi setiap pengunjungnya. Kebanyakan orang mengatakan bahwa dua hal ini adalah penyebab bulan Desember menjadi bulan yang paling dinanti-nantikan sepanjang tahun.

Bagi orang Kristen, mungkin sedikit berbeda karena pada bulan Desember setiap orang Kristen yang mengaku percaya kepada Kristus akan merayakan hari kelahiran Kristus yang diadakan setiap tanggal 25 Desember setiap tahunnya. Permasalahan yang muncul di sini adalah bahwa kebanyakan orang Kristen sudah tidak mengerti lagi akan makna Natal yang sebenarnya. Apa yang ada di dalam benak kebanyakan orang Kristen di seluruh dunia adalah bahwa Natal yang harus dirayakan setiap tahunnya sama seperti Natal yang juga dirayakan di mall-mall yang ada. Banyak gereja di seluruh dunia begitu sibuk mempersiapkan perayaan Natal yang menghabiskan banyak uang hanya untuk perayaan yang berlangsung selama tiga sampai empat jam itu. Gereja-gereja begitu sibuk mempersiapkan acara yang akan dilangsungkan, baik liturgi ibadah, persembahan pujian dari paduan suara, bahkan persembahan drama yang benar-benar harus dipersiapkan. Namun di balik setiap persiapan yang dilakukan, makna sebenarnya dari Natal sudah benar-benar dilupakan.

Di dalam kehidupan pribadi setiap orang Kristen pun Natal sudah mengalami kehilangan makna sebenarnya. Banyak keluarga Kristen yang merencanakan merayakan Christmas Eve, yaitu malam tanggal 24 Desember menyongsong kedatangan Natal pada tanggal 25 Desember, dengan mengadakan makan malam bersama dan bahkan tidak jarang makan malam tersebut mengarah menjadi berpesta pora dengan perayaan tukar kado di antara anggota keluarga yang ada. Lalu anak-anak biasa diberitahu akan adanya oknum yang biasa membagikan kado yang sesuai dengan keinginan mereka pada tengah malam tersebut yaitu Santa Claus. Hal ini membuat setiap anak di dalam keluarga Kristen sangat bersemangat untuk melihat Santa Claus dan hadiah yang besar, unik, berharga darinya. Hal ini menyatakan bahwa makna Natal sudah hilang dari setiap perayaan yang diadakan.

Bagaimanakah seharusnya seorang Kristen berespons terhadap Natal setiap tahunnya? Kita harus mengingat kembali bahwa manusia diciptakan oleh Allah sebagai gambar Allah.

Baca juga : TENGGELAM DALAM DAMAI NATAL

Momen Natal bukanlah sekadar momen yang dirayakan begitu saja untuk sekaligus menutup satu tahun yang sudah lewat. Momen Natal bukanlah perayaan untuk memuaskan keinginan hati manusia berdosa. Tetapi momen Natal adalah momen yang Tuhan berikan kepada setiap orang Kristen untuk merenungkan makna hidupnya di dalam dunia yang harus dikembalikan menjadi gambar Allah yang benar-benar mengikuti teladan yang sudah diberikan oleh Sang Juruselamat. Maka, orang Kristen yang benar-benar mau menghidupi hidup sebagai gambar Allah akan melihat bahwa momen Natal adalah momen yang baik untuk merefleksikan seluruh hidupnya di hadapan Allah. Apakah hidupnya sudah mengikuti teladan yang Kristus nyatakan melalui lebih dari 33 tahun hidup-Nya di dalam dunia ini? Ketika menemukan bahwa dirinya belum sepenuhnya kembali mengikuti teladan yang Kristus berikan, seorang Kristen yang benar akan memanfaatkan momen Natal ini untuk menyatakan komitmennya kepada Allah bahwa ia akan berjuang menghidupi hidup sebagai gambar Allah dalam setiap aspek dengan lebih keras lagi.

Biarlah momen Natal tahun ini boleh mengingatkan kita akan teladan yang sudah Kristus berikan. Marilah kita merefleksikan sejauh mana kita sudah mengejar dan menghidupi hidup sebagai gambar Allah. Mari belajar memaksa diri dengan rela mengejar hidup yang benar. Bukan hanya berhenti di sini saja, tetapi juga pergi menjadikan semua bangsa murid Kristus (Mat. 28:18-20). Momen Natal adalah momen yang terlalu berharga untuk disia-siakan begitu saja. Sudahkah kita sebagai orang Kristen menjalankan hal ini? Jikalau belum, maka biarlah momen Natal tahun ini kita merenungkan bersama akan teladan Kristus yang sudah datang ke dalam dunia mati dan bangkit bagi kita.

Baca juga : Tuhan dan Tulah

Sumber tulisan dari Bulletin Pillar (Bulletin Pemuda Gereja Reformed Injili Indonesia) edisi no. 101 (Desember, 2011), artikel (Natal) oleh (Aries Chandra Kencana). Tulisan ini muat atas seizin penulisnya.

Tinggalkan Balasan, Mari Saling Membangun