• 9849-xxx-xxx
  • noreply@example.com
  • Tyagal, Patan, Lalitpur
Opini
Agnez Mo dan Kewarganegaraan

Agnez Mo dan Kewarganegaraan

Kewarganegaraan merupakan sebuah status hukum seseorang yang menjadi landasan diakui atau tidaknya seseorang sebagai warga negara. Berdasarkan teori dan asas kewarganegaraan, ada 2 (dua) klasifikasi/pendekatan yang digunakan untuk menetapkan seseorang menjadi warga negara.  Klasifikasi pertama yaitu melihat dari garis keturunan /darah yang dalam bahasa latin disebut dengan ius sanguinis, dan klasifikasi kedua yaitu melihat berdasarkan tempat kelahiran seseorang yang dalam bahasa latin disebut ius soli. Asas kewarganegaraan tersebut digunakan dan diakui dalam penerapan sistem kewarganegaraan di Indonesia. Merujuk pada konstitusi Negara Republik Indonesia yakni Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 (UUD NRI 1945) pasal 26 ayat (1) yang berbunyi :

Pasal 26

(1) Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara.”[1]

Memperkuat UUD NRI 1945 pada Bab X tentang warga negara dan penduduk, maka pemerintah Indonesia memberlakukan dasar hukum yang menjadi landasan kewarganegaraan yaitu undang-undang no. 12 tahun 2006 tentang kewarganegaraan. Dalam undang undang no. 12 tahun 2006 pasal 2 bunyinya sama dengan pasal 26 ayat (1) UUD NRI 1945 terkait siapa saja yang menjadi warga negara. Selanjutnya, pada pasal 4 undang-undang no. 12 tahun 2006 menjelaskan siapa saja yang menjadi warga negara Indonesia dan bagaimana klasifikasinya. Pasal 4 undang-undang no. 12 tahun 2006 tentang kewarganegaraan berbunyi :

Pasal 4

Warga negara Indonesia adalah :

a. setiap orang yang berdasarkan peraturan perundang-undangan dan/atau berdasarkan perjanjian Pemerintah Republik Indonesia dengan negara lain sebelum Undang-Undang ini berlaku sudah menjadi Warga Negara Indonesia;

b. anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu Warga Negara Indonesia;

c. anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah Warga Negara Indonesia dan ibu warga negara asing;

d. anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah warga negara asing dan ibu Warga Negara Indonesia;

e. anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu Warga Negara Indonesia, tetapi ayahnya tidak mempunyai kewarganegaraan atau hukum negara asal ayahnya tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut;

f. anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 (tiga ratus) hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah dan ayahnya Warga Negara Indonesia;

g. anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu Warga Negara Indonesia;

h. anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu warga negara asing yang diakui oleh seorang ayah Warga Negara Indonesia sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin;

i. anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya;

j. anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah negara Republik Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui;

k. anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia apabila ayah dan ibunya tidak mempunyai kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya;

l. anak yang dilahirkan di luar wilayah negara Republik Indonesia dari seorang ayah dan ibu Warga Negara Indonesia yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan;

m. anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan kewarganegaraannya, kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia.[2]

Dasar hukum yang menjadi landasan pemberlakuan garis keturunan/asas ius sanguinis sebagai cara memperoleh kewarganegaraan di Indonesia terdapat pada pasal 4 huruf b, huruf c, huruf d, huruf e, huruf f, huruf g, dan huruf h, sedangkan yang menjadi dasar hukum pemberlakuan kewarganegaraan berdasarkan tempat kelahiran/asas ius soli adalah pasal 4 huruf i huruf j, huruf k, dan huruf l. Penjelasan mengenai bangsa Indonesia asli yang terdapat dalam pasal 26 ayat (1) UUD NRI 1945 dan Undang-undang 12 tahun 2006 dapat ditelusuri pada penjelasan Undang-undang No. 12 tahun 2006 yang menjelaskan bangsa Indonesia asli adalah orang Indonesia asli yang menjadi Warga Negara Indonesia sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain atas kehendaknya sendiri.

Sehingga dengan ketentuan undang-undang, maka seseorang dapat menjadi warga negara Indonesia secara langsung dilihat dari garis keturunan (ius sanguinis) dan/atau berdasarkan tempat kelahirannya (ius soli).

Yang menarik perhatian publik media sosial belakangan ini adalah pernyataan Agnes Monika pada saat mengikuti talk show di salah satu media televisi internasional. Agnes Monika yang menyatakan bahwa “dia tidak berdarah Indonesia dan dia beragama kristen”. Apabila ditinjau dari sisi hukum, maka pernyataan Agnes monika tidak salah, karena secara garis keturunan seperti diakuinya dia tidak berdarah Indonesia, tetapi berdarah Jerman, Jepang dan China. Tetapi apakah Agnes Monika bukan Warga Negara Indonesia? secara hukum Agnes Monika adalah Warga Negara Indonesia yang memperoleh kewarganegaraan dengan pendekatan tempat kelahiran / asas ius soli.

Melihat sekilas biografinya, Agnes Monika adalah seorang perempuan yang lahir pada 1 juli 1986 di Jakarta, yang dilahirkan dari keluarga Jenny Siswono dan Ricky Muljoto. Agnes monika juga bersekolah di SD Tarakanita Jakarta, SMP Pelita Harapan Jakarta, dan SMA Pelita Harapan Jakarta.[3] Dari biografi Agnes Monika tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Agnes Monika merupakan Warga Negara Indonesia dengan keturunan Jerman, Jepang dan China yang diakui kewarganegaraannya secara hukum dengan menggunakan pendekatan kewarganegaraan berdasarkan tempat kelahiran sebagaimana diatur pada UUD NRI 1945 dan Undang-undang nomor 12 tahun 2006 tentang kewarganegaraan.


[1] Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945

[2] Undang undang No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan

[3] https://www.wowkeren.com/seleb/agnes_monica/bio.html, Biografi Agnes Monika, diakses 27 November 2019.

(/SHS)

Tinggalkan Balasan, Mari Saling Membangun