Peristiwa

Audiensi Dengan DPRD dan Bupati Tapanuli Utara, Forum Solidaritas Peduli Tapanuli Utara Menyampaikan Beberapa Hal

Audiensi

Titikalinea.com – Forum Solidaritas Peduli Tapanuli Utara menyampaikan aspirasi di kantor Bupati dan DPRD Tapanuli Utara terkait dukungan transformasi Institut Agama Kristen Negeri Tarutung (IAKN) menjadi Universitas Tapanuli Raya (UNTARA), Jumat (28/5/2021).

Beberapa organisasi di Tapanuli Utara yang menggabungkan diri menjadi Forum Solidaritas Peduli Tapanuli Utara mendatangi kantor DPRD dan kantor Bupati dengan memakai Ulos Batak sebagai salah satu kearifan lokal serta mengikuti protokol kesehatan. Mereka menyampaikan dukungan masyarakat terkait transformasi Institut Agama Kristen Negeri Tarutung (IAKN) menjadi Universitas Tapanuli Raya (UNTARA).

Adapun organisasi yang tergabung dalam Forum Solidaritas Peduli Tapanuli Utara adalah LADN, PGRI Kabupaten Tapanuli Utara, APPETARA,  PARTUNGKOAN SILINDUNG, APPDESI, POKDAR KAMTIBNAS, LSM GP2TARA,  FKPPI 0210 TU, Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Tapanuli Utara,  LKDN Tapanuli Raya, GEMA KARYA Tapanuli Utara, DPP ALMATARA, Anak Literasi Siborongborong Sekitarnya (ANALISIS), Pospera Tapanuli Utara, Satma PBB , Tapanuli Utara, PAC PBB Kecamatan Tarutung, Partungkoan Tarutung, dan GEMA CIPTA.

Audiensi yang dilakukan oleh Forum Solidaritas Peduli Tapanuli Utara di kantor DPRD Tapanuli Utara diterima langsung oleh ketua DPRD Tapanuli Utara, Ir. Poltak Pakpahan bersama asisten I Bupati Tapanuli Utara, Parsaoran Hutagalung.

Dalam audiensi Forum Solidaritas Peduli Tapanuli Utara  melalui ketua umum Dompak Hutasoit serta perwakilan organisasi di Tapanuli Utara menyampaikan beberapa point penting  berupa dukungan transformasi Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) menjadi Universitas Tapanuli Raya (UNTARA). Hal tersebut merupakan suatu bentuk kepedulian masyarakat Tapanuli Utara terhadap kemajuan pembangunan Tapanuli Utara pada sektor pendidikan, ekonomi dan sosial.

Selain itu, Forum Solidaritas Peduli Tapanuli Utara dalam audiensi kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tapanuli Utara dan Bupati Tapanuli Utara, meminta agar menindak tegas Profesor Yusuf Leonard Henuk yang diduga telah melakukan pelanggaran terhadap kode etik Aparatur Sipil Negara dalam bernegara dan bermasyarakat. “Profesor Yusuf Leonard Henuk dalam beberapa postingannya pada laman Facebook selalu mengakibatkan pergesekan horizontal dalam masyarakat Tapanuli Utara, sehingga akibat keresahan yang ditimbulkan oleh Profesor Yusuf Leonard Henuk, kami meminta agar pemerintah kabupaten Tapanuli Utara menyikapinya dengan mengirimkan surat resmi ke Inspektorat Jenderal Kementrian Agama, KASN Republik Indonesia, Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia, dan Ombudsman Indonesia guna dilakukan serangkaian pemeriksaan terhadap Profesor Yusuf Leonard Henuk terkait dugaan Pelanggaran kode etik dan Disiplin” tutur Dompak Hutasoit, selaku Ketua Umum Forum Solidaritas Peduli Tapanuli Utara.

“Kami dari Forum Solidaritas Peduli Tapanuli Utara berharap agar dukungan transformasi Institut Agama Kristen Negeri Tarutung (IAKN) menjadi Universitas Tapanuli Raya segera ditindaklanjuti oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tapanuli Utara, Bupati Tapanuli Utara. Kemudian agar menarik Profesor Yusuf Leonard Henuk dari bumi Tapanuli Utara, agar bumi Tapanuli Utara yang merupakan kota wisata rohani menjadi aman dan damai” lanjut ketua umum Forum Solidaritas Peduli Tapanuli Utara, Dompak Hutasoit.

Penulis : Sultan Hermanto Sihombing

Tinggalkan Balasan, Mari Saling Membangun