Cerpen

Seruan Mengkhayal cinta – Cerpen Karya Achmad Rony

Oleh : Achmad Rony Hatiku berderu. Dia kelihatannya gelisah. Matanya seakan menggelitik memperhatikan sekujur tubuhku. Aku membalasnya melirik, seakan penasaran apa maksud dan tujuannya melakukan itu. Perlahan aku mendekatinya, gemertak angin dan dedaunan jatuh terhempas dia yang berlari menjauhiku. Aku sama sekali tak tahu bagaimana awal dia melakukan itu, memandangiku dari kejauhan dan mengirimkan pesan …

Continue Reading
Cerpen

CERITA PENDEK : CIA SANG SOCRATES MUDA– PART 4

titikalinea.com

Sekitar pukul 10.00 WIB kelas dimulai. Cia kebagian kelas yang kebetulan dibimbing oleh Bu Nanda. Bu Nanda adalah salah satu guru favorit di sekolah, berkat kepribadiannya yang berwibawa dan berakhlak mulia. Itulah sebabnya diberi kepercayaan mengambil alih salah satu kelas awal untuk dibimbing. Bu Nanda memasuki kelas, dan menyapa anak-anak dengan lembut layaknya seorang Ibu …

Continue Reading
Cerpen

Cerpen : Tempat bekal

titikalinea.com

Oleh : Sigit Allobunga’ “Arjun, giliranmu!” seru Pastor menyuruh Arjun untuk berdiri di hadapannya. ​”Maju cepat !” kataku lalu memukul pantatnya yang montok bagaikan pantat kera babon itu. Kemudian dia perlahan berjalan ke depan pintu gerbang menghampiri Pastor yang juga sebagai kepala sekolah kami. “ia Pastor?” sahut Arjun.​”sperti biasa, Arjun,” jawab Pastor. ​Dari jarak yang …

Continue Reading
Cerpen

Lenyapnya Ketakutan Oleh Bantuan Sosial Yang Tersesat

titikalinea.com

Oleh : Sigit Allobunga’ Wabah yang tidak pernah dinanti kedatangannya, menyerang berbagai tempat di sebuah pulau. Namun, dampaknya turut dirasakan Desa ku yang hijau. Orang-orang dengan latarbelakang keluarga, perilaku, dan pendapatan yang berbeda pun ketakutan. Juga teman-temanku yang baik dengan wajah sedikit gagah dan cantik, juga ketakutan. Ketakutan penduduk Desa ku, bertumbuh besar sejak dua …

Continue Reading
Cerpen

CIA SANG SOCRATES MUDA– PART 2

titikalinea.com

Baca Part 1 : cia sang socrates muda-part 1 Pukul menunjukkan arah tujuh lewat lima belas di jam tangan yang tertempel di tangan Justi. Para siswa baru dan siswa lama berbondong-bondong menuju lapangan sekolah untuk berbaris. Justi mendampingi Cia adiknya untuk mengikuti kegiatan baris-berbaris, yang pertama sekali dia lakukan. “Cek.. cekk” terdengar bunyi pengeras suara …

Continue Reading
Cerpen

CIA Sang Socrates Muda – PART 1

titikalinea.com

Oleh : Sultan Hermanto Sihombing Di sebuah kota yang sangat maju, hiduplah dua orang kakak beradik bernama Justi dan Cia. Justi adalah anak yang sangat rajin, baik dan taat. Sedangkan Cia, adalah anak yang suka bertanya, cantik, tapi sangat polos. Mereka bersekolah di tempat yang sama. Yaitu Sekolah Dasar Negeri Kesadaran. Justi memasuki semester baru …

Continue Reading
Cerpen

Kisah Buaya Penunggu Cekdam

titikalinea.com

Oleh : Honing Alvianto Bana Pistol di tangan empat orang polisi itu berbunyi,  tetapi sudah kukeraskan seluruh kulit dan tubuhku. Perih memang ketika peluru-peluru itu menyentuh kulitku, tetapi peluru itu hanya terhempas ke semak-semak disekitarku. Seperti kemarin-kemarin, hanya kulitku saja yang sedikit terkelupas oleh besi-besi itu. Setelah satu jam menembak, polisi-polisi itu mundur sambil menggeleng …

Continue Reading
Cerpen

Kamar Mandi Sahabat

titikalinea.com

Oleh : Sigit Allobunga’ Saat itu, pagi baru saja menetas. Matahari masih malu-malu menampakkan dirinya di bagian timur desaku yang hijau. Burung-burung berkicau. Orang-orang penduduk desa mulai beraktivitas. Sama seperti saya, akan bersiap ke sekolah. “Tante, Tandi sudah bangun?” Terdengar suara Frans, tetangga sekaligus teman sekelasku di sekolah bertanya kepada Ibu. Frans adalah temanku yang …

Continue Reading
Cerpen

Cekdam dan Kematian

titikalinea.com

Oleh : Honing Alvianto Bana Makanan di piring itu belum juga habis. Ketika saya mendengar suara yang samar-samar dari kejauhan. “Awuaa..wuaaa. Awuaa..wuaaa.” Saya berhenti mengunyah nasi, mengarahkan telinga ke arah jendela, dan …suara itu tak terdengar lagi. Kecuali suara dua ekor babi dibalik dapur yang entah kenapa tak pernah kenyang. Saya kembali mengunyah nasi, mengambil …

Continue Reading