• 9849-xxx-xxx
  • noreply@example.com
  • Tyagal, Patan, Lalitpur

Malaikat Tak Bersayap | Puisi

Rambut keriwil  kulit sawo matang mata garida Pemilik rias wajah  tercantik sejagat raya Malaikatku yang tak bersayap namun seatap Dengan harapan-harapan kelak kita beradab Sebelum fajar menyapa pagi Seakan waktu bersekongkol dengan hari Semacam membunuh mimpi indahmu Mungkin dunia ini terlalu kejam terhadapmu? Bau keringat bercampur bau asap Malaikat ku bertarung di depan bara api Layaknya nyala bara api yang […]

Sebuah Kado | Puisi | Titikalinea

Oleh : Rambo Rahayaan Kado-kado tak selamanya tentang tanda bahagiaApakah kalian mau seperti sinterklasdengan kado-kado kecil sesaat kemudian tersesat entah kemana?Ataukah seperti badut berdasi yang sekedar memberi hiburan-hiburan tak lucu!Yang berlari sana-sini,  Kemudian basa-basi tanamkan prasasti untuk tanda jadiAgar nama kalian melambung tinggiNamun banyak mata yang tersakiti.Jangan memberi nasi kalau tak sampai esok pagiKarena hiburan yang penuh arogansiBerujung aksi bercampur […]

Mahal..! | Puisi Berjuang Demi Kebenaran

Oleh : Master Kata IGT Jika tidak lagi ada orang yang berani berkata benar,apakah aku harus mati demi sebuah kebenaran?Ya..! Terkadang kepentingan demi kepentingan menutupi nalarSehingga ketulusan hati hancur berkeping-keping Mereka sebenarnya tau apa yang sedang terjadiTetapi mulut mereka tak dapat melafalkan kata demi kataKarena bagi mereka setitik keuntungan itu abadi..!! Mereka bermain-main dan memutar balikan kebenaran ituSehingga manis beruba […]

Puisi Tentang Pandangan Dan Menawannya Seorang Wanita

Oleh : Listia Aulia Putri WANITA Pandangannya sederhanaNamun terselip sebuah maknaPerasaan yang sulit dimengertiMembuat para pemuda menyerah akan hal ini Pikirannya tak selalu diamBegitu pun saat matanya terpejamIa akan selalu berjalanMengelilingi lingkup permasalahan Tak mudah menjadi wanitaBerpura-pura adalah salah satu kelebihannyaSaat isi hati tak berkenaanSpontan bisa membuat Kehadiran yang terbuangBerujung pada sifat pemilihTak memandang siapa saja yang mengajak berjuangUtamanya bagi […]

Puisi-Puisi Para Pemenang Lomba Menulis Titikalinea “Arti Merdeka”

3. Bebaskan Suaraku (Clara Yolandita Manullang) Katamu merdekaDengan merah putih berombak anginKau kibarkan seperti tahun kemarinKian lusuh pada tali dan tiang kayuTak apa….Aku hanya perlu maknaAh..itu kan katamu Katanya merdekaSenyumnya dibalut haruKala proklamasi masih diputar dengan jedaDan Pancasila diucap terjeda-jedaTak apaAku tahu dasar negarakuAh..itu kan katanya Kata dia merdekaDengan semangat yang berkobarMengenang kisah lampau yang berdarahHatinya haru biruDengan tetesan yang […]

RINDU DAYITAKU | PUISI DI TENGAH PANDEMI

Oleh : Albertina Petrosina Rahayaan RINDU DAYITAKU Rinai hujan membasahi buana, anila malam menyentuh daksaRindu kini mulai rasuki atma nan sepi, sendu pun kian terasaRelung kalbu merintih aksama, karena keadaan tak seperti biasaRekaman pandemik yang termaktub kembali melayang diangkasa Ilustrasi dalam bentuk narasi mulai dipublikasi, Indonesia terinfeksiIsolasi dan vaksinisasi diberikan bagi mereka yang positif reaksiItulah sebabnya tetap di rumah dan jaga […]

Beberapa Puisi Jong Rambo Yang Indah Dengan Penuh Kritikan

Karya : Jong Rambo WAHAI! PELACUR-PELACUR INTELEKTUAL Penghamba pendidikan yang mulai ter-Lengserkan dan di-Lengserkan…Norma tak lagi menjadi bagian penting dalam mengabdi…Pendidikan semacam gerbang penindasan bukan menjadi kritis tapi miris!Gelar tak lagi menjadi acuan, tapi kekuasaanMungkin, menjadi semacam alat pengaman untuk mengamankan yang diamankan…Kau hidup seolah menjadi Tuan?Menjual idealis untuk Kekuasaan… Bagimu! menjadi kerbau adalah kebanggaanBibir merah?Merahkah alis tebal aspal kau […]

Puisi : Jalan Damai | Titikalinea.com | Sastra

JALAN DAMAIKarya : Sultan Hermanto Sihombing Pagi ini aku membuka jendelakuMelihat cahaya Jingga menghadapMenyapa menyampaikan salam parauBerpijak ke angkasa dengan senyum kuncup Kupandangi dia melalui bilik empat sisikuSembari Kutatapi hijau sawah yang sudah berumur penuhKabut kecil nan mungil perlahan menghilangDiusir si Jingga yang membara Rona warna cerahnya di angkasaMelambai dan membuat jiwa bercucur keringatSenyumnya mewarnai langit luas yang kuasaHingga tiada […]

Puisi Untuk Seorang Kesatria Separuh Baya Bertajuk Ayah

AyahOleh : Ferry Dalam duka sang pertiwi ia berdarah bercucuran peluhBerkelana…Berkerut bahunya mengganjal beban tanpa sandaranMencari…Meminta ibah namun bukan mengemis tak beralas kakinya menapak pada kerikilMembawa…Pulang dalam senyum walau mata berkaca-kaca bersembunyi pada tawaDia…Pria separuh baya kesatria tak kenal lelah yang ku sebut Ayah.. Baca juga : Puisi Untuk Ayah Yang Telah Menghadap Sang Ilahi

Puisi Tentang Patah Yang Tak Lagi Terucap Kata

PatahOleh : Sultan Sihombing PatahRasa yang tak bisa terucap dari kataLuka yang mendalam melihat pesakitan jiwaYang tak kunjung bisa kembali bersua Tambalkan patah dengan asaKarena harapan pasti datang tuk berjumpaPatahkanlah patah melalui rasaTanpa mengorbankan terkungkungnya Jiwa

Puisi : Aku Tak Mau Bayar Hanya Untuk Bernafas

Oleh : Yaser Wunga Kau bilang bahwa dunia diciptakan berkeping-kepingLihat pulau-pulau itu jika tak percayaKau bilang bahwa dunia ini hidup dari kerja kerasIa, aku melihat bahwa kerja keras bisa menghidupi milyaran manusia TapiManusia-manusia itu serakahMereka membunuh, menindas, meniadakan dan mengubah yang semula baik menjadi burukLihat plastik-plastik jika tak percaya Tahukah kau alasannya?Plastik-plastik itu digunakan sekali, namun terurai 300-400 tahun melebihi […]

Dua Sisi Yang Berbeda – Puisi Karya Margareta Merpati Songot

Oleh : Margareta Merpati Songot Bukan hanya uang yang memiliki dua sisi tapi kita juga.Kita sama-sama memiliki sisi positif dan negatifTergantung bagaimana situasi saat kita menunjukannya.Kau dan aku sama-sama memiliki sisi gelap dan terangTergantung bagaimana kau mampu menampilkan yang terang danTuhan membantumu menutup yang gelap. Kau bahagia ketika berada di tengah pesta yang ramaiSedangkan aku bahagia ketika berada di tengah sawah […]

Puisi : Sepucuk Perpisahan ( Semilir angin Sabana)

Oleh : Arnold Kalikit Mana Jam demi jam,  detik demi detik terus bergulirTak ku rasa waktu berjalan begitu cepatMenghitung mundur waktu yang tersisa Lalu kiniKita telah sampai di penghujung waktuDi masa akhir kita bersama-sama Saudaraku,Rasanya baru saja kemarinKau kabarkan berita ituYang bagaikan tertusuk jarum berkali kali bagi kuKabar tentang engkau yang kan pergiMenuju rumah lama muDemi masa depan dan kebahagiaan mu Seketika […]

Puisi-Puisi Karya Abima Fuadi – Pengagum Yang Terjebak Ilusi Masa Lalu

Oleh : Abima Fuadi Ilusi Masa Lalu Memasuki musim hujan Musim di mana harapan dan kenangan berlomba untuk saling menjatuhkan.Membawa ilusi demi ilusi Di bawah bebatuan lukaKutemukan dinginnya air mataKenangannya masih adaSakitnya tak terasa dan kian pudar Di sudut ruangan bernama kenanganKutemukan dirimu dan lukaKeduanya berbedaNamun sama-sama menyakitkan Ada rindu yang tak bisa kuterkaseberapa lama ia bersuadengan bayang-bayang semataadakah ia […]

PUISI IBU : PAHLAWAN ABADI

Oleh : Grandy Umbu Endalu Radandima Alarm rinduIngatanku selalu berderingMengingatkan rasa yang terselimutiWaktu aku istirahat, jantung terus berdetak Seiring rindu ini terasaHujan pun turunHati ini menangis tak berdarahTulang berdiri, hatiku selalu menunduk Mama aku rinduRindu senyumanmuRindu canda tawamuRindu suaramuRindu cintamuRindu kebersamaan bersamamu Jarak selalu membatasi rindu iniTapi rasa untukmu tak pernah selalu memudarkan hatikuSelama ingatmu aku  melukiskan wajahmu dalam pikirankuPikiranku […]

Beberapa Puisi Karya Honing Alvianto Bana

Hilang Wajah-Mu menghilangdalam genangan rindu di beranda Padahal ada yang menunggu-Mudengan seduh pertama secangkir kopi. disiniia berupaya mengeja-Mudiantara hiruk-pikuk kata-kata. Rumah Biru, Juni 2020. Baca juga : Puisi Karya Honing Lainnya Tanah Jangan gantungkan harapmu pada langit nabi-nabi, seandainya tanahmu kehilangan pengasuh Sebab tanah penuh susu dan madutercipta dari bulir-bulir keringat, dan bukan benih-benih janji Jika kau masih ragu pada […]

Puisi : Cacat Yang Terlihat Sempurna

Oleh : Margareta Merpati Songot Terimakasih masih tetap bertahanWalau keadaan sering memintamu pergiKau berdiri dengan satu kaki yang kuatHidup dengan setengah jiwa danSetengah tubuh yang dijadikan satuMenjadi cacat yang terlihat sempurna Kau ada dan tak dianggap itu sudah biasaHidup dengan nyaman dalam kesepian danMenjadi warna hitam diatas kertas putihMenciptakan senyum tulus dariButiran bening yang mengalir di pipi Hidup memang selalu punya banyak […]

PUISI : TANTANGAN PANCASILA

Engkau dan aku telah disatukan Dalam bingkai sila keberagaman Sehingga kita begitu berwarna. Kita berhasil ​meluluhkan mata, hati bangsa lain Hingga mereka berkata, Indonesia indah ​Kita telah menerima restu Berketuhanan yang Maha Esa​ Berkat menuntut nilai untuk berbagi syukur Dengan rasa peduli yang tak terukur. ​Ada dalam nilai yang kita sebutnya, Pancasila. ​ Namun, Pancasila dengan nilainya Pudar saja ditelan […]