Puisi

Malaikat Tak Bersayap | Puisi

Malaikat tak bersayap

Rambut keriwil  kulit sawo matang mata garida Pemilik rias wajah  tercantik sejagat raya Malaikatku yang tak bersayap namun seatap Dengan harapan-harapan kelak kita beradab Sebelum fajar menyapa pagi Seakan waktu bersekongkol dengan hari Semacam membunuh mimpi indahmu Mungkin dunia ini terlalu kejam terhadapmu? Bau keringat bercampur bau asap Malaikat ku bertarung di depan bara api …

Continue Reading
Puisi

Sebuah Kado | Puisi | Titikalinea

titikalinea.com

Oleh : Rambo Rahayaan Kado-kado tak selamanya tentang tanda bahagiaApakah kalian mau seperti sinterklasdengan kado-kado kecil sesaat kemudian tersesat entah kemana?Ataukah seperti badut berdasi yang sekedar memberi hiburan-hiburan tak lucu!Yang berlari sana-sini,  Kemudian basa-basi tanamkan prasasti untuk tanda jadiAgar nama kalian melambung tinggiNamun banyak mata yang tersakiti.Jangan memberi nasi kalau tak sampai esok pagiKarena hiburan …

Continue Reading
Puisi

Mahal..! | Puisi Berjuang Demi Kebenaran

Berjuang demi kebenaran

Oleh : Master Kata IGT Jika tidak lagi ada orang yang berani berkata benar,apakah aku harus mati demi sebuah kebenaran?Ya..! Terkadang kepentingan demi kepentingan menutupi nalarSehingga ketulusan hati hancur berkeping-keping Mereka sebenarnya tau apa yang sedang terjadiTetapi mulut mereka tak dapat melafalkan kata demi kataKarena bagi mereka setitik keuntungan itu abadi..!! Mereka bermain-main dan memutar …

Continue Reading
Puisi

Puisi Tentang Pandangan Dan Menawannya Seorang Wanita

Listia Aulia Putri

Oleh : Listia Aulia Putri WANITA Pandangannya sederhanaNamun terselip sebuah maknaPerasaan yang sulit dimengertiMembuat para pemuda menyerah akan hal ini Pikirannya tak selalu diamBegitu pun saat matanya terpejamIa akan selalu berjalanMengelilingi lingkup permasalahan Tak mudah menjadi wanitaBerpura-pura adalah salah satu kelebihannyaSaat isi hati tak berkenaanSpontan bisa membuat Kehadiran yang terbuangBerujung pada sifat pemilihTak memandang siapa …

Continue Reading
Puisi

Puisi-Puisi Para Pemenang Lomba Menulis Titikalinea “Arti Merdeka”

3. Bebaskan Suaraku (Clara Yolandita Manullang) Katamu merdekaDengan merah putih berombak anginKau kibarkan seperti tahun kemarinKian lusuh pada tali dan tiang kayuTak apa….Aku hanya perlu maknaAh..itu kan katamu Katanya merdekaSenyumnya dibalut haruKala proklamasi masih diputar dengan jedaDan Pancasila diucap terjeda-jedaTak apaAku tahu dasar negarakuAh..itu kan katanya Kata dia merdekaDengan semangat yang berkobarMengenang kisah lampau yang …

Continue Reading
Puisi

RINDU DAYITAKU | PUISI DI TENGAH PANDEMI

Oleh : Albertina Petrosina Rahayaan RINDU DAYITAKU Rinai hujan membasahi buana, anila malam menyentuh daksaRindu kini mulai rasuki atma nan sepi, sendu pun kian terasaRelung kalbu merintih aksama, karena keadaan tak seperti biasaRekaman pandemik yang termaktub kembali melayang diangkasa Ilustrasi dalam bentuk narasi mulai dipublikasi, Indonesia terinfeksiIsolasi dan vaksinisasi diberikan bagi mereka yang positif reaksiItulah sebabnya …

Continue Reading
Puisi

Beberapa Puisi Jong Rambo Yang Indah Dengan Penuh Kritikan

Puisi Jong Rambo

Karya : Jong Rambo WAHAI! PELACUR-PELACUR INTELEKTUAL Penghamba pendidikan yang mulai ter-Lengserkan dan di-Lengserkan…Norma tak lagi menjadi bagian penting dalam mengabdi…Pendidikan semacam gerbang penindasan bukan menjadi kritis tapi miris!Gelar tak lagi menjadi acuan, tapi kekuasaanMungkin, menjadi semacam alat pengaman untuk mengamankan yang diamankan…Kau hidup seolah menjadi Tuan?Menjual idealis untuk Kekuasaan… Bagimu! menjadi kerbau adalah kebanggaanBibir …

Continue Reading
Puisi

Puisi : Jalan Damai | Titikalinea.com | Sastra

JALAN DAMAIKarya : Sultan Hermanto Sihombing Pagi ini aku membuka jendelakuMelihat cahaya Jingga menghadapMenyapa menyampaikan salam parauBerpijak ke angkasa dengan senyum kuncup Kupandangi dia melalui bilik empat sisikuSembari Kutatapi hijau sawah yang sudah berumur penuhKabut kecil nan mungil perlahan menghilangDiusir si Jingga yang membara Rona warna cerahnya di angkasaMelambai dan membuat jiwa bercucur keringatSenyumnya mewarnai …

Continue Reading
Puisi

Puisi Untuk Seorang Kesatria Separuh Baya Bertajuk Ayah

AyahOleh : Ferry Dalam duka sang pertiwi ia berdarah bercucuran peluhBerkelana…Berkerut bahunya mengganjal beban tanpa sandaranMencari…Meminta ibah namun bukan mengemis tak beralas kakinya menapak pada kerikilMembawa…Pulang dalam senyum walau mata berkaca-kaca bersembunyi pada tawaDia…Pria separuh baya kesatria tak kenal lelah yang ku sebut Ayah.. Baca juga : Puisi Untuk Ayah Yang Telah Menghadap Sang Ilahi

Continue Reading