Puisi

PUISI : TANTANGAN PANCASILA

titikalinea.com

Oleh : Sigit Allobunga’ Engkau dan aku telah disatukan dalam bingkai sila keberagaman,sehingga kita begitu berwarna.Kita berhasil ​meluluhkan mata hati bangsa lain, hingga akhirnya mereka berkata, “Indonesia indah!”​Kita telah menerima restu berketuhanan yang Maha Esa​ Juga berkat menuntut nilai untuk berbagi syukur, dengan rasa peduli yang tak terukur.​Nilai itu ada dalam nilai yang kita sebutnya, …

Continue Reading
Puisi

PUISI : DAISY BULAN APRIL

titikalinea.com

Daisy Bulan AprilOleh : Ekravilo A. Kau adalah realita tersembunyi yang menjadikanku nisan.Seperti puncak kesempurnaan rasa,Diam namun membara. Mungkin saja, kau  lahir dari rahim perempuan yang tak terdefinisikanMembuatku  ingin bersua,dengan rahim yang menjadikanmu ada. Dalam diam aku egois,Hingga bertikai dengan rasa.Aku cemburu pada rahim itu. Bagaimana tidak?Kau seperti jelmaan rindu yang menjawab makna “sempurnanya sepi”.Menjajaki setiap detail dimensi …

Continue Reading
Puisi

SENJA TUA YANG EGOIS

titikalinea.com

SENJA TUA YANG EGOISOleh : Sultan H. Sihombing Selamat pagi Senja TuaKami adalah surya yang baru lahir pagi iniSedangkan Engkau, cahaya yang sudah tiada.Sudihkan engkau memberikan kami ruang hari,Untuk memulai hidup dalam damai ? Senja tua,Engkau sudah lapuk dan hampir menjumpai malam.Kenapa cahayamu masih membatasi kami menjelajah ?Kami bukan lagi bibit padi yang perlu disiramSudah saatnya …

Continue Reading
Puisi

Tuhan dan Tulah

titikalinea.com

Tuhan dan TulahOleh : Giovanny Renaldi Laka Kemarin, kau ukir waktu pada dinding senjakau tapaki langkah pada tiap canda dan tawa.Tak lupa kau titipkansenyum dalam khusyukmu. Tuhan, apakah arti hari ini?Tentang tulah yang Kau taburyang membunuh bak menjamurApakah ini arti sedih – Mu? Ah, Kau ambil nyawadalam tiap parit nadisebelum waktu pada senja itu usai.Mungkinkah ini akibat …

Continue Reading
Puisi

Perempuan Pembual

titikalinea.com

PEREMPUAN PEMBUALOleh : Sultan H. Sihombing Untuk perempuan pembual Jangan menganggap senja jantan itu kokoh Ketika Engkau membuat lubang di tembok roh Dia akan runtuh dan retak sampai roboh Perempuan, kalian merasa menjadi korbanSementara kalian sebagai aktris utama Bermain kejahatan dalam bilik kebaikan Merasa terhina tetapi tetap menghina  Perempuan pembual Merasa korban, ternyata Penjagal Baca juga : tembok pemisah kekerabatan

Continue Reading
Puisi

Puisi Untuk Ayah Yang Telah Menghadap Sang Ilahi

titikalinea.com

Oleh : Christin Alhans DALAM MEMORI Hari demi hari telah berlaluMengiring nakhoda yang sudah berlayar menembus ruang dan waktuKepergiannya meninggalkan luka bercampur rindu. Perih rasanya, saat mengingat malam ituDering telepon,Tangisan,Teriakan,Hingga suara sirine berhasil membuatku terpaku. Kala itu,Aku berharap semuanya hanya mimpi dalam tidurkuNamun harapan itu sirnaketika aku melihat tubuhnya terbaring kaku dan membisu.Remuk dan hancur raga-nyaSeperti itu …

Continue Reading
Puisi

Hadiah Hari Spesial

titikalinea.com

Oleh : Ariyanto Kristian Tena Teruntuk Puanku Jarak dan waktu bukanlah sebuah alasanKadang aku sering di sapa pada impian dan anganSatu hal yang selalu ku ingat adalah pertemuanAku bersyukur kepada Tuhan telah menyatukan. Meskipun hidup berbeda tempatHal yang pasti adalah kita saling mengingatKetika dunia berkata demikianBukankah kita adalah dua insan yang dipersatukan? Baca juga : beberapa …

Continue Reading
Puisi

Hari Puisi Nasional : Mengenang Sang Penyair Terkemuka Indonesia

titikalinea.com

Oleh : Sigit Allobunga’ SANG PENYAIR Oleh kebajikan hatiJemari merangkai kata​Indah begitu syahduBerpadu juang di atas selebaran Menggoreskan beribu karyaTentang seperti “AKU”​Kenang tak mendebuSebab yang terbuangTerasa terus menerjangKuasa yang curangHingga sekarang.​Goresan bertajuk pemberontakan,Hingga kematianBegitu akrab membaurTumbuh kenang nan subur​Oleh Chairil Anwar Diindahkan di hari begitu kita kenalHari Puisi Nasional​Selamat mengenang dan mari mengenal. Baca Juga : …

Continue Reading
Puisi

Sampah Yang Telah Menjadi Harta

titikalinea.com

BARA DALAM SURGAOleh : Sultan Hermanto Sihombing Kita adalah bara dalam surga.. Memilah, Memilih untuk menjadi saudaraKita adalah Jiwa miskin yang merasa kayaBercerai karena harta, mempertontonkan sikap serakah Apakah kita manusia? Sedangkan harta lebih berharga dari nyawaKita berkata “Kita Manusia”Namun alam kita perkosa agar dapat berkuasa Kita ibarat jarum dalam selimutMenusuk mereka yang tidak berdayaBahkan …

Continue Reading
Karya Puisi

Keputusan

titikalinea.com

Oleh : Evendy S. Bakanuku Ribuan sayap, tak luput dari indahnya fajar itu Terbang bagai cahaya, lelap dikalau senja Itulah dunia fana mempesona Sejenak terlihat indah bagi raga Namun jiwa menangis karena gulita   Kini datang kehidupan Dia melangkah untuk disalibkan Menawarkan keselamatan dan pengharapan Bagi insan yang mendengarkan   Syukur atas segala kasih Yang …

Continue Reading