• 9849-xxx-xxx
  • noreply@example.com
  • Tyagal, Patan, Lalitpur
Peristiwa
GMKI Komisariat ITATS dan PMII Komisariat ITATS Gelar Diskusi Bersama

GMKI Komisariat ITATS dan PMII Komisariat ITATS Gelar Diskusi Bersama

Mahasiswa ITATS yang bergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat ITATS, menyelenggarakan diskusi bersama di Hall G ITATS pada Kamis (27/02/2020) sore.

​Diskusi dengan tema “Kemana Organisasi Mahasiswa?” dimulai pukul 16.00 sampai 18.45 WIB dan dihadiri 29 perserta.

​Diskusi tersebut di moderatori oleh La Ode Jodi, dengan dua pemantik diskusi yaitu Baltasar Purab, ketua komisariat GMKI ITATS, dan Abul Wahid Rahman, ketua PMII komisariat ITATS.

​Baltasar Purab, sebagai salah satu pemantik mengatakan bahwa organisasi itu sebenarnya menjadi wadah pengembangan diri mahasiswa, namun tidak bisa dipungkiri saat ini mahasiswa cenderung malas berorganisasi
​”mahasiswa cenderung lebih berfokus pada akademik dibandingkan berorganisasi, padahal organisasi sebagai salah satu wadah pengembangan diri selain akademik” kata Baltasar Purab

Suasana saat diskusi bersama GMKI dan PMII Komisariat ITATS

​Sedangkan Abul Wahid Rahman, dalam diskusi tersebut mengatakan bahwa organisasi hadir untuk meningkatkan potensi kadernya, namun organisasi saat ini berputar pada arah yang tak menentu karena mahasiswa yang berorganisasi tidak memahami nilai serta makna berorganisasi, dan organisasi tak memunculkan eksistensinya hingga tak menemukan jati dirinya “organisasi itu meningkatkan potensi kita, kerjasama, dan kemampuan lainnya. Tapi organisasi saat ini belum memunculkan eksistensi sehingga tidak menemukan jati dirinya” tegas Rahman

​Diskusi tersebut berjalan lancar dan rata-rata peserta aktif berpendapat.

​Seperti salah satu peserta yang sebut saja FE, ikut mengkritisi birokrasi kampus yang membatasi mahasiswanya berekspresi.
​”Dalam berorganisasi, seorang mahasiswa tidak memiliki ruang bebas untuk meningkatkan eksistensi baik secara ide, pengembangan diri dalam birokrasi kampus” kritik FE.

Oleh : (/S.A)

Tinggalkan Balasan, Mari Saling Membangun