• 9849-xxx-xxx
  • noreply@example.com
  • Tyagal, Patan, Lalitpur
Opini
Kekuatan Sihir Yang Dirindukan Di Tengah Pandemi : Bacot

Kekuatan Sihir Yang Dirindukan Di Tengah Pandemi : Bacot

Oleh : (/S.A)

Dalam kehidupan Anda, apakah pernah merasa telah di atas awan karena bacotan sendiri yang berlebihan? ataukah pernah dianugrahi posisi sebagai “manusia bacot sedunia” oleh teman-teman Anda? Atau mungkin pernah dikatai “bacot banget lu, bang / bacot banget lu, mbak..”? Pasti kebanyakan di antara kita, pernah.

Ketika pernah, teman-teman telah menjadi pribadi dengan kehidupan yang menyenangkan. Kalian telah memiliki banyak kenalan dan teman yang begitu akrab, sehingga apapun yang teman-teman ingin lakukan dengannya, bisa saja. Seperti ribut di antara cerita topik yang menyenangkan, saling mengevalusi kehidupan bersama, hingga melakukan hal-hal konyol yang kadang tidak masuk akal.

Seperti contoh yang saya sebutkan di atas, bahwa bacot bareng teman adalah hal yang sangat menyenangkan hingga akhirnya dirindukan kapan dan di mana saja. Seperti pada kondisi negeri dan kehidupan kita saat ini dilanda Covid-19, merenggut kebahagian itu dari tengah pertemanan kita. Dan akhirnya yang tersisa hanyalah rindu.

Saya tidak akan panjang lebar berbicara soal pertemanan dan yang dirindukan di tengah pandemi, tetapi pada tulisan kali ini fokus pada kata kunci yang menjadi contoh kita di atas yaitu kata “Bacot”

“Bacot” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang berarti sangat berisik atau ribut. Seorang berisik itu karena ada sebuah hal yang disukai yang menurutnya perlu disampaikan meskipun hal-hal aneh yang konyol, kadang tidak masuk akal.

Yuk, kita mulai. Percaya atau tidak percaya, kata “bacot” memiliki kekuatan sihir,  serta dapat menjadi pendeteksi sinyal-sinyal perasaan antar dua manusia yang saling suka loh.. Ya, memiliki sihir yang mampu mendeteksi perasaan. Entah itu perasaan seorang cowok kepada cewek, atau juga sebaliknya.

Lalu bagaimana bisa kata “bacot” punya kelebihan yang dapat mendeteksi perasaan? Bukannya kata itu hanya dinobatkan kepada orang yang cerewetnya melebihi mak-mak pasar? Atau yang ributnya melebihi penjual ramuan di jalan yang menggunakan pengeras suara? Yang kata-kata andalannya seperti ini “Dicoba dulu, ampuh atasi segala penyakit, dijamin ampuh mengembalikan dia untukmu, mengobati rindu yang berat” Bacot bukan?

Ketika seorang laki-laki atau seorang perempuan mulai ada perasaan dengan lawan jenisnya, kebanyakan di antara mereka mulai menggoda-goda seorang yang dia incar. Alasannya bermacam-macam, mencoba memperlihatkan perasaan yang dia rasakan, mencoba membangun hubungan emosional yang lebih dalam, atau hanya sekedar ingin melihat orang yang dia sukai senyum dan tertawa. Ada yang mengganggu dengan mulai menjahilinya, sok perhatian,  mengajaknya berperang kata-kata, hingga memberinya nama samaran yang unik (contoh : si gendut, si kurus, si kumis tebal, si cerewet, si ganteng/cantik dan masih banyak nama menarik lainnya)

Nah, ketika seorang yang dia dekati mulai berisik tidak jelas, pasti kebanyakan di antara mereka akan menegurnya dengan “bacot” atau “hei bacot banget lu…” Biasanya ketika sudah keluar kata ini, kemungkinan besar akan dibalas senyuman oleh seorang yang kita tegur (orang yang kita sukai). Dengan jawaban senyuman si dia, akan membuat suasana lebih menyenangkan dan berwarna, tidak sekedar harimu dengan dia di isi gombalan-gombalan yang sudah lama basi dan itu itu aja. Di jamin hari berubah menjadi hari yang humoris dan sangat menyenangkan.

Juga sebaliknya, begitu kita menegurnya dengan kata “bacot” dan ternyata tidak diterima lalu kemudian dibalas dengan marah-marah seperti Emak-emak, artinya ketahuan bahwa engkau dengan dia belum sepenuhnya akrab. Dia tidak menerima teguranmu demi kebaikannya. Juga belum menerima sebuah istilah “dunia ini milik kita berdua, ngapaian aja, ok”.

Dengan menegur orang yang kita sukai dengan kata “bacot” atau “hei bacot banget lu..” berarti sudah sangat dekat lebih dari sekedar kenalan, ya kan? lagian dengan menegur dengan kata yang mengandung sihir ini, merupakan salah satu bentuk perhatian supaya orang yang kita sukai tidak ngomong sembarang, tidak jelas. Sehingga dengan tutur katanya yang berbobot, lembut dan masuk akal melengkapi karakter baiknya dia.

Itulah sedikit penjelasan bahwa kata “bacot” dapat mendeteksi keseriusan orang terhadap orang yang disukai. Dia suka atau tidak, dapat dinilai dari responnya. Antara marah atau senyum.

Jadi, buat teman-teman semua yang masih PDKT dengan seseorang, cobalah katakan ke dia dengan kata itu, supaya teman-teman dapat menilai sejauh mana keakraban kalian.  Selamat mencoba, semoga kalian berdua cepat jadian.

Tulisan kali ini sangat alay dan tidak berbobot alias bacot, tetapi tidak apa. Saya hanya mau menghibur harimu yang kini dibalut rasa rindu. Yang merindukan pandemi ini cepat berlalu. Merindukan hari-hari kembali seperti biasa, berjumpa, ngumpul hingga bacot dihadapan sahabat, pacar atau PDKT.

Tinggalkan Balasan, Mari Saling Membangun