• 9849-xxx-xxx
  • noreply@example.com
  • Tyagal, Patan, Lalitpur
Peristiwa
Kondisi Pendidikan Di Dusun Kasambi

Kondisi Pendidikan Di Dusun Kasambi

Titikalinea.com – Karena tidak memiliki gedung sekolah, anak-anak di Dusun Kasambi, Desa Simbuang Batutallu, Kecamatan Simbuang, Tana Toraja, terpaksa menjadikan gedung gereja sebagai ruang belajar. Padahal anak-anak ini, sangat bersemangat untuk belajar. Sehingga hari-hari mereka hanya bisa berharap dan berdoa hadirnya sekolah di dusun mereka, dan melanjutkan proses belajar dengan baik dan nyaman.

Karena tidak ada gedung sekolah, perlengkapan seperti alat bantu sebagai sumber dan bahan ajar kurang mereka nikmati.

Karena kondisi yang sangat miris, mengundang perhatian Pemuda Simbuang-Mappak, untuk mengabdikan diri berbagi ilmu kepada anak-anak  dusun Kasambi tersebut. Mereka memilih sekolah ini karena aksesnya yang sulit dan jumlah tenaga pengajarnya yang masih sedikit. Juga karena rasa tanggung-jawab dan kepedulian terhadap sesama sebagai satu rumpun keluarga Simbuang Batutallu.

Salah satu Pemuda Simbuang-Mappak sedang mengajar anak-anak dusun Kasambi

Semangat mereka semakin membara kala pemuda itu datang ikut berbagi ilmu.

“Tidak punya gedung sekolah, mereka belajar di gereja, tapi mereka sangat bersemangat untuk belajar” kata salah satu Pemuda Simbuang-Mappak yang ikut berbagi, Yusriadhi Renggean.

Jumlah tenaga pengajar juga masih sedikit, yakni berjumlah 3 orang.  Diketehui mereka mengajar dengan suka rela.

Karena keterbatasan  pengajar, seorang Proponen yang ditempatkan di dusun Kasambi ikut mengabdikan dirinya, selain sebagai palayan di jemaat gereja setempat.

“Jumlah guru hanya 3, itupun 1 dari Proponen. Katanya kasian lihat anak-anak tidak belajar, makanya ambil inisiatif” Lanjut Yusriadhi     

Anak-anak yang ceria dan penuh semangat ini berharap ada bantuan gedung sekolah. Namun setelah sekian lama, harapan dan doa anak-anak dusun Kasambi tidak kunjung terjawab. Tidak ada bantuan dari pemerintah setempat. Pemerintah bukan tidak peduli dengan segala keadaan, melainkan karena ketiadaan dana membangun gedung sekolah.

“Tidak ada bantuan memang, buktinya mereka  di gereja. Kata pak dusunnya, ada tempat disediakan masyarakat setempat, tapi tidak ada dana, jadi sepakat di gereja saja” Ucapnya.  

Dusun Kasambi, adalah sebuah dusun berpenduduk  kurang lebih 150 jiwa yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Dusun ini sangat terpencil, dengan kekurangan di segala aspek. Sehingga bisa dikatakan tidak mengikuti zaman. Kendati demikian, bukan berarti menjadi alasan orang tua untuk tidak mendorong anaknya berusaha dan berproses di lingkungan pendidikan. Mereka percaya bahwa ada harapan emas yang dimiiki dusun ini ke depan untuk berubah, yaitu ada pada anak-anak mereka  yang begitu semangat belajar.   

Pemuda Simbuang-Mappak berfoto bersama anak-anak Dusun Kasambi setelah belajar bersama

Kondisi jalan rusak, membuat tidak banyak guru yang mau mengajar di tempat ini. Apalagi, perjalanan dari kota kecamatan menuju dusun tersebut, menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam. Dimana medan jalan yang dilalui melewati gunung, sungai dan jalan berlumpur serta bebatuan.

Jika menggunakan jasa ojek, dapat memakan biaya hingga 50 ribu. Tapi, jika hujan lebat turun, jalan tidak dapat dilalui dengan menggunakan sepeda motor. Hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki atau menggunakan alternatif lain, naik kuda. 

Penulis : Sigit Allobunga’

Tinggalkan Balasan, Mari Saling Membangun