Opini

Kritik Sosial Terhadap Sistem Kapitalisme Dalam Film Snowpiercer

Gambar Snowpiercer

Kesenjangan sosial masih menjadi masalah yang terus dihadapi oleh penduduk dunia saat ini. Hal ini karena sulitnya masyarakat kelas bawah dalam merasakan apa yang dinamakan pemerataan sumber daya.

Indonesia merupakan salah satu negara yang mengalami kesenjangan sosial yang begitu besar. Di lansir dari laporan riset terbitan Oxfam dan International NGO Forum on Indonesia Development (lNFlD) pada 2017 berjudul “Menuju Indonesia yang Lebih Setara”, menyimpulkan bahwa kekayaan kolektif empat orang terkaya di Indonesia, yang tercatat 25 dollar AS, sama dengan gabungan harta 100 juta orang miskin di Indonesia. Dari laporan itu terlihat jelas kesenjangan sosial yang begitu nyata di kehidupan masyarakat.

Baca juga : Indonesia Dalam Film The Platform

Karena tidak adanya pemerataan, penduduk dunia kelas bawah akhirnya merasa tidak nyaman dan mulai melakukan perlawanan. Berbagai perlawanan pun dilakukan demi pemerataan di segala sektor yang disebut dengan revolusi.

Segala bentuk dan strategi perlawanan masyarakat miskin terhadap sistem kapitalis dapat juga ditemukan dalam film Snowpiercer. Film Snowpiercer merupakan film yang menceritakan tentang sekelompok manusia yang bertahan hidup di dalam sebuah kereta yang terus menerus berjalan mengelilingi bumi sesudah bumi membeku akibat pemanasan global.

Baca juga : Humanisme dalam Preman Pensiun 1 & 2

Film Snowpiercer menggambarkan dunia saat ini yang masih berada di bawah tatanan kapitalis dan kolonialis. Yang berkuasa dari segala sektor termasuk kekuatan bersenjata. Sehingga tidak segan-segan mengerahkan kekuatan bersenjata untuk menumpas para pemberontak, kaum tertindas. Gambaran seperti itu yang dirasakan di negara kita Indonesia, di mana masyarakat yang melawan karena ditindas akan mendapat perlakuan yang semena-mena dari kekuatan bersenjata.  

Kaum pemberontak dalam film Snowpiercer, semakin mendapat perlakuan yang semena-mena dari kaum elit, perlawanannya pun semakin berapi-api. Semangat revolusi itu muncul dari tekanan-tekanan dan keadaan yang selama ini mereka rasakan. Sumber semangat itu sama halnya dikatakan oleh Tan Malaka dalam bukunya yang berjudul Aksi Masssa “Revolusi timbul dengan sendirinya sebagai hasil dari berbagai macam keadaan”. Kisah perlawanan dalam film Snowpiercer ini sama halnya dengan beberapa sejarah revolusi yang pernah kita baca dan pelajari dalam buku-buku revolusi yang aksinya direncanakan dan terjadi pertumpahan darah.

Kesenjangan sosial di Indonesia telah berlangsung begitu lama dan akan terus terjadi pada kelompok manusia-manusia terakhir entah berapa tahun yang akan datang seperti dalam film Snowpiercer, ketika tidak ada pemerataan di berbagai sektor seperti pendidikan, ketika kebijakan pemerintah yang masih condong ke orang dan kelompok tertentu, dan ketika pola pikir terus fokus pada hal-hal yang seharusnya tidak menjadi fokus.

Baca juga : Beberapa Kesalahan Berpikir Bangsa Indonesia Yang Terus Menjebak

Seperti kata Tan Malaka yang telah tuliskan di atas, bahwa revolusi muncul karena ada tekanan dan keadaan yang tidak baik-baik saja lalu melihat kondisi Indonesia sekarang, maka kereta Snowpiercer cepat atau lambat akan melintasi rel di Indonesia.

Karena rendahnya kepercayaan rakyat pada pemerintah dapat memicu tumbuhnya sikap berontak terhadap kebijakan negara.

Penulis : Sigit Allobunga’

1 thought on “Kritik Sosial Terhadap Sistem Kapitalisme Dalam Film Snowpiercer”

Tinggalkan Balasan, Mari Saling Membangun