• 9849-xxx-xxx
  • noreply@example.com
  • Tyagal, Patan, Lalitpur
Puisi
Malaikat Tak Bersayap | Puisi

Malaikat Tak Bersayap | Puisi

Rambut keriwil  kulit sawo matang mata garida
Pemilik rias wajah  tercantik sejagat raya
Malaikatku yang tak bersayap namun seatap
Dengan harapan-harapan kelak kita beradab

Sebelum fajar menyapa pagi
Seakan waktu bersekongkol dengan hari 
Semacam membunuh mimpi indahmu
Mungkin dunia ini terlalu kejam terhadapmu?

Bau keringat bercampur bau asap
Malaikat ku bertarung di depan bara api
Layaknya nyala bara api yang mengasapi  
Semangatmu taklukkan nyala panas api

Tak kenal hujan tak kenal panas
Malaikat ku membara terus mengembara
Barter antara rupiah dan harapan
Demi sesuap nasi tanpa basa-basi belaka.

Seringkali...
Kata-kata dan tindakanku ialah senjata api
Menembak mati semangat panas bara api
Malaikat ku rapuh malu tersungkur kaku 
Dalam kesedihannya itu sewaktu-waktu
Kepala tertunduk namun hati terangkat
Penuh sujud syukur pada Sang Khalik.

Namun...
Seperti lantunan awal puisiku
Malaikat yang tak bersayap seatap denganku
Dikirim Tuhan dalam wujud wajah ibuku
Memaafkan, mengasihi dan melindungiku
Layaknya...
Salawaku Martha Christina Tiahahu.

Seperti musafir terus mengembara
Banyak pengalaman tanamkan prasasti
Tanpa apresiasi karena kurang prestasi
Kau guru hidup mau mengajarkan kehidupan.

Jujur...
Tak malu tak kaku ketika bibir Ku
Gambarkan senyummu jerih juangmu. 
Semangatmu sebagai kawan seperjuanganku
Bagi siapapun orang sekitarku.

Bagiku...
Kau Malaikat ku
Kau panutan ku
Kau kebanggan ku
Kau malaikat tak bersayap.

Penulis : Willyam Noya

1 thought on “Malaikat Tak Bersayap | Puisi

Tinggalkan Balasan, Mari Saling Membangun

%d blogger menyukai ini: