• 9849-xxx-xxx
  • noreply@example.com
  • Tyagal, Patan, Lalitpur
Opini
Pemuda Society 4.0

Pemuda Society 4.0

Oleh : Nobert Imanuel Kono Radadjawa (Ketua Cabang GMKI Denpasar Masa Bakti 2019/2020)

Pemuda adalah tongkat estafet berikutnya untuk meluruskan bangsa dan negara Indonesia. Sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 merupakan bukti nyata dari bentuk kepedulian pemuda terhadap NKRI. Dari sumpah pemuda tersebut bisa kita lihat bahwa ego dari masing-masing baik itu suku, agama ataupun ras telah hilang dan diikrarkan dalam satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Dari sumpah pemuda yang kita rayakan setiap tahun seharusnya bisa membakar sikap nasionalisme para pemuda di zaman milennial ini.

     Namun seiring perkembangan zaman mulai dari society 1.0 mulai dari penemuan mesin bertenaga air dan uap air, society 2.0 dengan adanya inovasi kelistrikan sehingga terciptanya mesin-mesin bertenaga, society  3.0 dengan adanya inovasi otomatisasi dan kini tiba saatnya kita ada pada society 4.0 yaitu era teknologi informasi para pemuda seolah terbuai dengan kemegahan teknologi, sehingga membuat para pemuda seolah di permainkan oleh sebuah perangkat buatan manusia sendiri. Kita bisa melihat pada lingkungan kampus, lingkungan masyarakat maupun lingkungan kepemudaan lainnya bahwasannya teknologi telah menguasai pemuda saat ini sehingga pemuda seolah menjadi kaku karena telah di kendalikan oleh sebuah teknologi.

     Berkaca pada  studi yang di lakukan oleh McKinsey bahwa Indonesia berada pada kuadran Break Out yaitu memiliki skor relatif rendah, tetapi akan berevolusi dengan cepat dan memiliki potensi untuk menjadi negara dengan ekonomi digital yang kuat. Pada titik ini saya melihat bahwa kita sebagai pemuda saat ini belum mampu untuk beradaptasi dengan baik dan menyiapkan diri kita di revolusi industri 4.0 karena yang akan kita hadapi adalah persaingan manusia dengan robot, bukan lagi dengan sesama kita manusia. Kita bisa ambil contoh yang ada pada dunia pekerjaan di perkirakan 20-50 juta pekerjaan akan hilang pada skala global dan akan muncul sekitar 46 juta pekerjaan baru pada tahun 2023 yang akan tumbuh dan tercipta karena dampak ekonomi digital sehingga bisa saja kita saling merebut pekerjaan dengan robot pada era society 4.0 ini. Yang paling kongkrit adalah guru digital di Amerika dan pembawa berita di Republik Rakyat Tiongkok. Oleh sebab itu, saya berpikir bahwa pemuda saat ini tidak cukup dengan bermodalkan ijazah dengan IPK yang tinggi semata tetapi harus memiliki skill yang kuat dan terus di kembangkan sehingga kita mampu bekerjasama dengan robot, dan bukan lagi menganggap robot sebagai musuh besar.

  Satu hal yang harus kita pahami juga bahwa society 5.0 akan kita hadapi bersama dengan tantangan yang lebih berat lagi, karena berbicara soal super smart society sehingga nantinya kita akan diarahkan untuk dapat menyelesaikan masalah sosial dan ekonomi. Dengan itu bisa menjadi perubahan besar pada masa depan yang mengandalkan perkembangan teknologi di society 4.0 seperti Artificial Intellegence (AI), Big Data, Internet Of Things (IoT), Blockchain, Advanced Robotics dan 3D Printing.

     Menyikapi hal-hal di atas agar kita tidak kaku nantinya maka sudah seharusnya kita sebagai pemuda harus bisa bangkit dari bencana seperti ini sehingga pemuda saat ini bias beradaptasi dan berkolaborasi dengan canggihnya perkembangan teknologi untuk menciptakan maha karya yang dahsyat. Apalagi dengan adanya teknologi yang canggih dan semakin mudahnya mendapatkan informasi sudah seharusnya kita sebagai pemuda bisa beradaptasi untuk menjadi pengatur langkah dalam kemajuan bangsa Indonesia di dunia sosial dan ekonomi. Pemuda saat ini juga harus bisa bersinergi dengan lingkungan milennial dan selalu aktif untuk mencapai cita-cita yang tinggi, mengutamakan pelayanan serta terus mengasah kemampuan yang ada dalam diri kita untuk terus berkreasi dan menciptakan inovasi baru.

     Maka dari itu pemuda di setiap dunia pergerakan khususnya hendaklah menjadi teladan serta mampu memberikan kontribusi positif untuk bisa menciptaan inovasi baru tanpa mengotori perkembangan di era milennial ini. Apalagi pemuda di era milennial harus hidup dan menghidupi di berbagai zaman yang akan datang, oleh sebab itu pemuda milennial saat ini harus bisa beraktivitas di antara kreativitas dan inovasi. Sebagai pemuda kita juga harus bisa menyatakan sikap yang tepat terhadap zaman millennial ini sehingga nantinya setiap pemuda bisa menjawab tantangan-tantangan di kehidupan yang sudah bertransformasi menjadi sangat modern.

“Mulailah bersinergi dengan teknologi yang canggih untuk menciptakan karyamu”

Tinggalkan Balasan, Mari Saling Membangun