• 9849-xxx-xxx
  • noreply@example.com
  • Tyagal, Patan, Lalitpur
Opini
PEREMPUAN DAN NIRWANA JATUH CINTA

PEREMPUAN DAN NIRWANA JATUH CINTA

Akan ada begitu banyak pendapat yang dilontarkan ketika ditanya mengenai makna jatuh cinta. Semua kalangan mulai dari anak sampai orang dewasa akan menunjukkan ekspresinya tersendiri ketika mendefinisikan kata jatuh cinta. Hal ini menunjukkan bahwa istilah jatuh cinta adalah hal yang lazim ketika disebutkan. Nampaknya jatuh cinta telah menjelma sebagai sebuah seni. Yang terdiri dari campuran molekul hingga menyebabkan adanya gaya kohesi ataupun adhesi, tetapi terus membuat candu.

Kita semua disini tentunya pernah merasakan jatuh cinta. Entah kepada pencipta, orangtua, binatang, benda, kekasih, ataupun sahabat. Namun pada tulisan kali ini, penulis ingin mengkhususkan makna jatuh cinta hanya kepada manusia baik perempuan maupun laki-laki. Makna jatuh cinta dilihat sebagai sebuah kondisi dimana seseorang baik laki-laki atau perempuan menyukai, mengagumi dan menaruh harapan pada orang tertentu dengan maksud bisa menjadi sahabat abadi untuk mencapai visi dan misi hidup bersama. Dalam perjalanan menemukan cinta sejati, seseorang tentunya harus melewati fase yang dikatakan jatuh cinta. Setiap orang juga akan memiliki kriteria-kriteria  imajinatif tertentu dalam memilih sahabat hidup. Dilihat dari kondisi fisik, berpakaian, tindakan, prestasi atau tingkat emosional. Berbagai strategi akan dilakukan semaksimal mungkin untuk mendapatkan orang yang dianggap mendekati kriteria yang ada.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, jatuh cinta adalah kebebasan seseorang yang tidak bisa dibatasi oleh siapapun. Jatuh cinta sebagai naluri alamiah seseorang dalam menikmati dan bersyukur pada kehidupan. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, jatuh cinta juga biasanya dilarang. Adakah diantara kita pernah mendapat nasehat dari orangtua atau seseorang yang dituakan dilingkungan tempat tinggal, melarang anda untuk mencintai seseorang atau berpacaran? Ya, pasti pernah. Hal tersebut dikarenakan orangtua trauma dari pengalaman terdahulu seseorang, yang berbau negatif ketika mengalami fase jatuh cinta.

Dalam hal ini perempuan dan laki-laki yang memutuskan untuk memilih, kepada siapa mereka harus menaruh kepercayaan atau perasaan tanpa terbelenggu aturan atau orangtua sekalipun. Seringkali terjadi kejanggalan menuju fase tersebut yakni terletak pada keberanian dan gengsi. Siapa yang harus memulai atau terlebih dahulu mengungkapkan perasaannya? Dalam kehidupan khususnya di negara, budaya dan masyarakat kita, yang seringkali terjadi dalam menunjukkan perasaan yaitu selalu saja menempatkan laki-laki pada garis terdepan. Seperti mengajak jalan, menyapa, berkenalan, chatting sampai pada mengungkapkan perasaannya. Laki-laki terkesan dituntut untuk memulai terlebih dahulu. Seakan-akan dunia percintaan diciptakan untuk dikuasai atau sebagai jebakan bagi kaum laki-laki.

Terlihat secara umum  dalam pemikiran perempuan hari ini, yang secara pengakuan masih terjebak dalam kontruksi sosial masyarakat dan sangat sulit untuk keluar dari lingkaran tersebut. Sebuah doktrin yang mendarah daging masih menjadi sajian kepercayaan terlaris hingga saat ini. Perempuan yang selalu mengalami penderitaan. Kisah cinta yang bisa dikatakan bertepuk sebelah tangan karena terjebak dalam pemikiran lebih banyak mendendam perasaan. Perempuan yang jatuh cinta kepada laki-laki cenderung diam dan memilih menunggu dalam waktu yang tidak bisa ditentukan. Perempuan percaya bahwa laki-laki adalah kepala rumah tangga dan pemimpin, maka apapun itu laki-laki harus memulai terlebih dahulu.

Harga diri seorang perempuan seakan-akan diinjak dan dinilai sebagai perempuan murahan, ketika ada perempuan yang mencoba mengungkapkan perasaannya. Sangat miris pemikiran seperti itu. Sehingga hal ini membuat  perempuan gengsi dan malu ketika mereka mendapatkan label negatif dari masyarakat. Secara tak sadar membuat perempuan akhirnya terjebak dalam pemahaman tersebut. Harga diri adalah kehidupan, maka ketika indikator harga diri yang dibuat masyarakat dilanggar maka nilai seorang perempuan tidak ada. Salah satu indikator itu adalah sikap diam perempuan ketika jatuh cinta kepada lawan jenis. Selalu menunggu chattingan, artinya pantang menyapa duluan dan gengsi menyatakan cinta ketika perempuan sendiri sebenarnya ingin segera mengungkapkannya. Terpenjara bukan?

Perjuangan perempuan sudah semakin besar dari segala penjuru. Melihat salah satu visi dan misi dari perjuangan perempuan adalah mengenai kesetaraan gender. Fase perjuangan telah mengalami perkembangan yang sangat besar dan makin modern. Kesetaraan gender dalam artian adanya keadilan dalam memperlakukan perempuan dan laki-laki dan yang tidak didiskriminasikan berdasarkan gender. Artinya secara jelas bahwa dalam hal jatuh cinta dan mengungkapkannya tidak memandang seorang perempuan atau laki-laki. Tidak ada yang salah jika seorang perempuan yang terlebih dulu mengungkapkan perasaannya, dan memulai  menyapa lawan jenis yang disukai. Hal itu bahkan tidak ada hubungannya dengan harga diri. Harga diri seseorang sesungguhnya adalah terletak pada kesadaran seseorang akan berapa besar penting dirinya sendiri dan juga karakternya.

Perempuan memiliki hak penuh untuk bebas dalam berekspresi. Namun tak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar laki-laki akan merasa aneh bahkan menjadikan bahan ejekan ketika seorang perempuan berani dalam menyatakan apa yang dirasakan. Konstruksi pemahaman yang dibangun selama bertahun-tahun tentunya akan sulit untuk diubah.  Tidak akan berubah ketika perempuan sendiri tidak mencoba.

Perempuan harus memahami bahwa tidak ada batasan dan aturan yang mengikat bahwa semua hal pertama, dilakukan oleh laki-laki. Dalam hal ini, masalah mengungkapkan perasaan tidak memandang dari gender melainkan keinginan dan kesungguhan.  Negara kita juga menganut sistem negara yang demokrasi, artinya siapapun itu bebas mengemukakan pendapat atau apa yang dirasakan. Jangan memenjarakan pemikiran dan nafsu karena anda adalah seorang perempuan. Gengsi itu bisa dihancurkan ketika seorang perempuan secara tegas mendobrak dinding penjara kebiasaan dari aturan masyarakat yang mulai dirasa tidak relevan.  Perempuan harus bisa membuka diri terhadap kritikan ketika mencoba menciptakan sejarah baru. Terus terjebak akan membunuh dan kehilangan kesempatan memiliki atau mengenal seseorang.

Penulis : (/E.V)

1 thought on “PEREMPUAN DAN NIRWANA JATUH CINTA

Tinggalkan Balasan, Mari Saling Membangun

%d blogger menyukai ini: