• 9849-xxx-xxx
  • noreply@example.com
  • Tyagal, Patan, Lalitpur
Peristiwa
Suara Rindu Dari Anak Pedalaman Wego

Suara Rindu Dari Anak Pedalaman Wego

Oleh : Anastasia Kallu Ate

Hallo teman-teman semua, tulisan kali ini datang dari kami anak pelosok yang jauh-jauh hari telah merindukan keadilan. Berbicara soal keadilan, adalah sebuah hal yang tidak putus-putusnya untuk disuarakan di negeri ini. Banyak daerah pelosok yang masih tertinggal dari daerah lain dan jauh dari rasa keadilan. Baik itu dilihat dari aspek pembangunan, pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya.

Sama seperti yang kami rasakan di daerah Bolora Khususnya Wego, Sumba, Nusa Tenggara Timur. Turut merasakan ketidakadilan di negeri sendiri. Kami sudah sangat lama merindukan keadilan tetapi tidak kunjung tiba. Akhirnya ijinkan kami untuk menyampaikan kerinduan besar melalui tulisan ini.   

Hanya bisa berkata bahwa kami juga ingin seperti yang saudara kami rasakan di luar sana. Kami mau seperti teman sebaya kami yang begitu bangga bercerita wilayah mereka yang telah berlistrik, dengan pemandangan bola lampu menerangi dimana-mana.

Kami juga mau seperti mereka yang belajar dengan penerangan yang cukup baik, sehingga segala sesuatu yang kami impikan dapat terwujud.

Kami juga mau seperti mereka dengan leluasa bermain di malam hari di bawah cahaya lampu. Namun, hanya cahaya rembulan yang mau menjadi kawan bermain kami.

Kami juga mau seperti mereka yang saat ini menikmati pulsa listrik gratis dari pemerintah, yang telah menjadi perbincangan banyak kalangan. Sayangnya pulsa itu tidak bisa kami nikmati. Ketika kalian telah jauh bicara soal pulsa meteran listrik gratis, kami hanya diam. Jangankan memakai pulsa listrik, meteran saja kami tidak punya. Lalu apa yang akan kami  ceritakan?

Mungkin yang hanya bisa kami ceritakan adalah black hitam kecil (sebutan lampu dari kaleng bekas) sebagai pengganti meteran listrik dan sumbu beralaskan minyak tanah sebagai pengganti pulsanya. Dibalik itu, kami tetap semangat dan rajin belajar demi sebuah cita-cita.

Kami hanya bisa mendengar dan menonton teman kami yang begitu bahagia bicara tentang wilayah mereka. Dalam benak kami berpikir mengapa wilayah kami tidak seperti wilayah mereka? Kami tidak menuntut lebih, hanya sedikit setidaknya ada secerca harapan untuk wilayah kami dan wilayah sekitarnya.

Dalam hal ini kami tidak menyalahkan siapapun, tidak pada aparat wilayah kami atau aparat daerah. Mungkin saja wilayah kami belum beruntung.

Aaah, sudahlah untuk berbasa-basi,  ini sedikit kerinduan dari kami anak pelosok Wego, Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Kami memiliki harapan besar tentang peduli dan jika ingin berbagi “Berbagilah sesuai takaran dan berilah kebijakan yang adil dan baik” agar tidak menimbulkan keresahan bagi yang lain serta semua masyarakat dapat menikmati kebijakan secara merata.

Semoga suara kami didengar oleh aparat-aparat desa kami maupun pemerintahan daerah.

Salam anak pelosok, salam anak desa Wego yang merindukan keadilan.

Tinggalkan Balasan, Mari Saling Membangun